Advertisement

Pelajar Jogja Meninggal Akibat Klithih, Korban Dibuntuti saat Beli Makan Sahur  

Sunartono
Senin, 04 April 2022 - 14:17 WIB
Bhekti Suryani
Pelajar Jogja Meninggal Akibat Klithih, Korban Dibuntuti saat Beli Makan Sahur    Ilustrasi - Harian Jogja/Ujang Hasanudin\\r\\n\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Tindak kekerasan jalanan tanpa alasan jelas atau lazim disebut klithih di Jogja kembali merenggut nyawa pelajar. Adalah Daffa Adzin Albasith yang meninggal dunia akibat sabetan gir oleh para pelaku klithih. 

Korban merupakan pelajar kelas XI IPS 3 SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja sedianya akan membeli makanan untuk sahur. Namun dibuntuti sekelompok pelaku klithih yang menghantamkan gir mengenai kepala belakang.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Slamet Purwo menjelaskan peristiwa itu berawal saat tiga siswanya yaitu korban Daffa bersama dua temannya menggunakan dua motor. Mereka sedianya akan membeli makanan untuk makan sahur karena kebetulan tinggal satu indekos di kawasan Jalan Kusumanegara. Mereka dibuntuti oleh sekelompok pemotor, kemudian berusaha untuk menyelamatkan diri.

"Ada dua anak kami yang itu pakai satu motor namanya sama-sama Dafa. Dafa Saputra yang nyetir dan Dafa [Adzin Albasith] ini korban yang membonceng berada di belakang. Ini kena sabetan benda tajam yang kami perkirakan semacam gir," katanya saat ditemui di Gedung Ibnu Sina Kompleks SMA Muhammadiyah 2 Jogja Jalan Kapas, Senin (4/4/2022).

Kemudian oleh pelajar yang memboncengkan korban pun dibawa ke RSPAU Harjolukito. Akan tetapi setelah mendapatkan perawatan, pada Minggu (3/4/2022) pukul 09.30 WIB nyawa korban tak bisa diselamatkan. Pada hari itu pula kemudian jenazah dibawa ke rumah duka Kebumen, Jawa Tengah. Pemberangkatan jenazah diiringi oleh guru, siswa lainnya serta sejumlah perwakilan orangtua siswa lainnya.

 BACA JUGA: Kumat Lagi! Klithih Jogja Renggut Nyawa Remaja, Ini Kasus-kasus Sebelumnya

"Saat itu juga langsung dirawat, dan kami meluncur ke rumah sakit. Kemudian pukul 09.30 WIB, nyawa anak kami tidak tertolong. Jadi tidak sadarkan diri sejak di lokasi sampai kemudian meninggal dunia," katanya.

Slamet menegaskan siswanya tersebut sedianya akan cari makan sahur dan bukan kegiatan sahur bersama. Melainkan hanya sekadar akan membeli makanan karena kebetulan sama-sama satu indekos di Jogja. "Mereka sekadar ingin membeli makanan bersama, kebetulan besoknya mau mudik karena kelas XI pembelajaran di hari berikutnya daring," ujarnya.

Advertisement

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Pekan Ini Jembatan Kretek 2 Diresmikan

Pekan Ini Jembatan Kretek 2 Diresmikan

Jogjapolitan | 12 hours ago

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Naik Status Jadi Awas, Gunung Semeru Alami 22 Kali Letusan

News
| Senin, 05 Desember 2022, 00:47 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement