Advertisement

Kelapa Belum Banyak Diolah, Padahal Bisa Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

Sunartono
Senin, 11 April 2022 - 10:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kelapa Belum Banyak Diolah, Padahal Bisa Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Salah satu pemateri memaparkan materi dalam diskusi daring di Kota Jogja bertajuk Minyak Kelapa, Solusi Tepat saat Minyak Langka. - Youtube.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Besarnya potensi kelapa ternyata belum dimaksimalkan pengolahannya. Produk hasil pertanian ini bisa diolah menjadi minyak goreng yang mudah dan murah sebagai pengganti minyak goreng sawit yang saat ini langka. Hal ini dibahas dalam Millennial Agriculture Forum (MAF) secara daring.

Praktisi dari Pengolahan Kelapa Terpadu Arif Nur Wahyudi menilai kelangkaan minyak sawit sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena ada minyak kelapa. Bahkan minyak kelapa bisa diproduksi secara mandiri, tetapi kadang masyarakat malas untuk memulainya karena terbiasa dengan kemudahan membeli minyak sawit.

Advertisement

Padahal minyak kelapa sangat mudah dan murah diproduksi serta bahan baku bisa ditemukan di sekitar kita. Karena Indonesia termasuk penghasil kelapa terbesar di dunia dengan jumlah kebun di atas 90% adalah milik petani dan baru sekitar 50% yang hasil panennya terolah. Adapun produksi kelapa per tahun saat ini baru mencapai 18 juta ton.

"Kalau untuk mengganti minyak goreng yang saat ini sedang heboh, kalau diganti dengan produk minyak kelapa itu sangat bisa memenuhi kebutuhan minimal lokal. Tetapi jarang sekali di daerah penghasil kelapa itu masyarakatnya memproduksi minyak kelapa, seperti di Purworejo, Kebumen," katanya dalam diskusi Minyak Kelapa, Solusi Tepat saat Minyak Langka yang dipantau melalui Youtube, Senin (11/4/2022).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Profesor Dedi Nursyamsi menambahkan perubahan iklim saat ini sudah mempengaruhi produksi pangan dunia. Negara besar rata-rata mengalami penurunan produksi antara 10% hingga 30%. Oleh karena itu harus solutif dalam merespons bentuk kelangkaan pangan salah satunya melalui diversifikasi pangan. Salah satunya mengganti minyak goreng sawit menjadi minyak goreng kelapa. Cara ini sekaligus untuk membentuk ketahanan pangan di level nasional.

"Kita harus genjot produktivitas dan produksi pangan serta melakukan diversifikasi pangan lokal. Misalnya mengganti kedelai dengan koro pedang, daging sapi dengan daging ayam dan diversifikasi minyak goreng sawit dengan minyak kelapa,” katanya.

Menurutnya dalam berbagai kesempatan Mentan Syahrul Yasin Limpo sudah mengingatkan bahwa pandemi Covid 19 dan perubahan iklim menjadi tantangan terbesar bidang pertanian dalam memenuhi pangan nasional karena FAO pun sudah mengingatkan terkait krisis pangan ini.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Bambang Sudarmanto menyatakan saat ini bukan saatnya insan pertanian turut berpolemik dengan berkutat pada isu yang beredar, namun harus ikut melakukan upaya optimalisasi sumber daya alam yang dimiliki. Menurutnya kemandirian pangan bisa diciptakan dengan memaksimalkan hasil pertanian lokal seperti halnya memanfaatkan minyak kelapa. "Kolaborasi antara akademisi, praktisi dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkannya," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sapi Kurban Presiden Jokowi dari Bone Bernama Turbo, Milik Anggota TNI

News
| Sabtu, 15 Juni 2024, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement