Aturan Toko Modern Bantul Berubah, Jarak Jadi 1 Km, Wajib Rekrut 50% Pekerja Lokal
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Para tersangka dan barang bukti senjata tajam yang diamankan polisi dari tawuran dua geng pelajar di Bantul/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah sekolah di Jogja mengaku akan menindak tegas murid yang terindikasi mengikuti geng yang mengarah pada tindakan kriminal. Murid yang diketahui ikut dalam kelompok geng tertentu nantinya akan dibina dan jika tidak dihiraukan maka akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Jogja, Slamet Purwo mengakui sekolahnya tidak menoleransi keberadaan kelompok atau geng tertentu di sekolah tersebut. Sekolah hanya mengakui satu kelompok organisasi murid yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ranting sekolah setempat.
"Selain itu tidak diakui," kata Slamet, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA: Kekerasan Merajalela! Sultan Siapkan Tempat Penampungan Anak Bermasalah di Pundong
Dia menyebut, sekolah akan menerapkan tata tertib yang tegas dan konsisten kepada murid agar tidak ikut-ikutan dalam kelompok geng. Murid baru nantinya akan diberikan sosialisasi mengenai tata tertib sekolah dan juga skema pemberian poin bagi murid yang melanggar aturan sekolah dan penghargaan bagi yang berprestasi.
Murid juga diberikan edukasi oleh guru bimbingan konseling jika tindakannya mengarah kepada perilaku negatif dengan melibatkan orang tua dan juga wali kelas.
"Kalau sudah tidak bisa dibina, sekolah akan menyerahkan kembali kepada orang tuanya," jelas dia.
BACA JUGA: Warga Bantul yang Berhasil Menangkap Pelaku Kekerasan Jalanan Dapat SIM Gratis
Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Muhammad Al Rifqi mengatakan pihaknya tidak mengakui keberadaan geng sekolah yang disinyalir dibentuk oleh para murid.
"Kalau geng semua sekolah tidak ada. Sekolah juga tidak pernah membentuk geng," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.
DPRD Bantul meminta KDMP mengembangkan produk unggulan sesuai potensi kalurahan agar tak sekadar menjadi toko dan mampu menggerakkan ekonomi warga.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Finlandia menghentikan sementara pekerjaan proyek pusat data Google di Muhos dan Kajaani setelah muncul dugaan pembukaan hutan tanpa penilaian dampak lingkungan
Perluasan pembayaran non-tunai di lima TPR wisata Gunungkidul tertunda karena pengadaan mesin, CCTV, genset, dan jaringan internet.