Pasir Alun-Alun Utara Jogja Dibongkar, Paniradya Pati: Tak Pakai Danais

Sunartono
Sunartono Senin, 18 April 2022 21:27 WIB
Pasir Alun-Alun Utara Jogja Dibongkar, Paniradya Pati: Tak Pakai Danais

Alat berat beroperasi di tengah Alun-Alun Utara Jogja, Rabu (13/4/2022)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY melalui Paniradya Kaistimewan DIY memastikan proyek penggantian pasir Alun-Alun Utara Jogja tidak menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Proyek tersebut diklaim menggunakan dana milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Paniradya Pati DIY Aris Eko Nugroho menegaskan proyek penggantian pasir Alun-Alun Utara Jogja tidak menggunakan hibah danais. Pengerjaan revitalisasi tersebut menggunakan dana milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Anggaran dari kraton, bukan dari hibah Danais, itu anggaran dari kraton sendiri,” kata Aris kepada wartawan di kompleks Kepatihan, Senin (18/4/2022).

BACA JUGA: Soal Kasus Nuthuk, Paguyuban Curiga Ada Kecemburuan Sosial terhadap Betor Malioboro

Aris menambahkan Alun-Alun Utara Jogja memang termasuk salah satu atribut sumbu filosofi. Menurutnya sah-sah saja revitalisasi menggunakan dana masyarakat, seperti halnya pengelolaan fasad Malioboro sebagian besar pemilik toko mengerjakannya dengan dana mandiri.

“Masyarakat membangun juga boleh, itu fasad Malioboro mau ngecat pakai miliknya sendiri, tidak ada larangan, masak semua pakai Danais. Kami berharap didukung juga oleh masyarakat,” ucapnya.

“Semua proses yang ada di 200 hektare ke atas itu jadi satu kesatuan, siapa pun yang melaksanakan menjadi bagian kebijakan di sumbu filosofi,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: Waspada Harga Nuthuk saat Libur Lebaran, Sultan: Bola Bali Mengimbau Dikira Juweh

Dia menyatakan pengerjaan Alun-Alun Utara Jogja tujuannya untuk membersihkan tanah yang semulanya pasir namun sudah banyak bercampur dengan sampah.

“Membersihkan tanah yang ada di sana diganti pasir, yang lain saya tidak tahu. Saat digali ditemukan bekas beton, spanduk, bekas tenda ada tulisan tahun 1983. Di sana banyak sampah diganti dengan tanah yang baru, tanah pasir yang baru,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online