Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan sudah tidak ada alasan lagi bagi pedagang di Malioboro untuk tidak memasang harga agar tidak muncul istilah nuthuk. Kebiasaan tarif atau harga nuthuk ini seringkali terjadi di Malioboro terutama saat musim liburan.
Harga nuthuk menjadi salah satu yang diantisipasi Pemda DIY dalam momentum libur lebaran 2022. Sultan HB X menilai seharusnya para pedagang di Malioboro sudah memahami karena ditempatkan di Teras Malioboro. Secara otomatis mereka memberikan daftar harga terutama menu makanan. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pedagang untuk tidak menyediakan daftar harga kepada pembeli.
“Itu sebetulnya masyarakat [pedagang] sudah tahu makanya kami coba untuk makan di Teras Malioboro itu juga menunya sudah ada [harganya]. Semua mestinya tida ada alasan lagi kita ini tidak menyediakan daftar harga,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (18/4/2022).
Saat dimintai imbauan untuk pedagang Sultan mengatakan seharusnya para pedagang sudah sadar dan tidak perlu imbauan secara terus menerus karena sudah menjadi tanggungjawabnya. “Mestinya [pedagang] sudah lebih menyadari. Nek aku mengimbau, aku dikira juweh, mosok kesadaran bola bali terus menerus tidak maju-maju,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan jawatannya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka memberikan rasa aman kepada wisatawan saat lebaran. Terutama mengantisipasi harga nuthuk. Dengan ditempatkannya di Teras Malioboro saat ini memudahkan dilakukan pemantauan.
BACA JUGA: Berulah Lagi, Pemkot Ancam Keluarkan Pelaku Nuthuk Harga dari Malioboro
Tak hanya di Malioboro, kata Singgih, di kabupaten lainnya di DIY juga wajib untuk menjaga ekosistem pariwisata yang baik. Ia sudah meminta kepada kabupaten dan kota untuk melakukan koordinasi dengan OPD terkait dan masyarakat untuk menghindari adanya keluhan dari wisatawan.
“Kami juga meminta terkait kelayakan produk UMKM atau produk ekonomi kreatif yang kemarin juga ada keluhan. Ini saya wanti-wanti betul untuk dicek dari dinas terkait. Sifatnya memang harus kolaboratif antar-OPD, termasuk dengan Satpol PP bagaimana menjadikan wisatawan merasa aman dan nyaman, karena ada beberapa personel SAR Linmas yang dikerahkan di pantai,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.