Advertisement

Waspada Harga Nuthuk saat Libur Lebaran, Sultan: Bola Bali Mengimbau Dikira Juweh

Sunartono
Senin, 18 April 2022 - 18:27 WIB
Bhekti Suryani
Waspada Harga Nuthuk saat Libur Lebaran, Sultan: Bola Bali Mengimbau Dikira Juweh Sri Sultan HB X - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan sudah tidak ada alasan lagi bagi pedagang di Malioboro untuk tidak memasang harga agar tidak muncul istilah nuthuk. Kebiasaan tarif atau harga nuthuk ini seringkali terjadi di Malioboro terutama saat musim liburan.

Harga nuthuk menjadi salah satu yang diantisipasi Pemda DIY dalam momentum libur lebaran 2022. Sultan HB X menilai seharusnya para pedagang di Malioboro sudah memahami karena ditempatkan di Teras Malioboro. Secara otomatis mereka memberikan daftar harga terutama menu makanan. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pedagang untuk tidak menyediakan daftar harga kepada pembeli.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Itu sebetulnya masyarakat [pedagang] sudah tahu makanya kami coba untuk makan di Teras Malioboro itu juga menunya sudah ada [harganya]. Semua mestinya tida ada alasan lagi kita ini tidak menyediakan daftar harga,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (18/4/2022).

Saat dimintai imbauan untuk pedagang Sultan mengatakan seharusnya para pedagang sudah sadar dan tidak perlu imbauan secara terus menerus karena sudah menjadi tanggungjawabnya. “Mestinya [pedagang] sudah lebih menyadari. Nek aku mengimbau, aku dikira juweh, mosok kesadaran bola bali terus menerus tidak maju-maju,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan jawatannya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka memberikan rasa aman kepada wisatawan saat lebaran. Terutama mengantisipasi harga nuthuk. Dengan ditempatkannya di Teras Malioboro saat ini memudahkan dilakukan pemantauan.

BACA JUGA: Berulah Lagi, Pemkot Ancam Keluarkan Pelaku Nuthuk Harga dari Malioboro

Tak hanya di Malioboro, kata Singgih, di kabupaten lainnya di DIY juga wajib untuk menjaga ekosistem pariwisata yang baik. Ia sudah meminta kepada kabupaten dan kota untuk melakukan koordinasi dengan OPD terkait dan masyarakat untuk menghindari adanya keluhan dari wisatawan.

“Kami juga meminta terkait kelayakan produk UMKM atau produk ekonomi kreatif yang kemarin juga ada keluhan. Ini saya wanti-wanti betul untuk dicek dari dinas terkait. Sifatnya memang harus kolaboratif antar-OPD, termasuk dengan Satpol PP bagaimana menjadikan wisatawan merasa aman dan nyaman, karena ada beberapa personel SAR Linmas yang dikerahkan di pantai,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bappenas Apresiasi Ganjar Pranowo terkait Penyusunan RPD dan RKPD

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement