Kerap Mencuri, Remaja di Bantul Dibina di Sentra Antasena Magelang
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY, Irjen Pol Asep Suhendar menyebutkan, pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap mahasiswa berinisial DTP yang jadi korban pembakaran. Ia menyebut, modus operandi yang dilakukan para pelaku juga tergolong baru.
"Setiap kejahatan yang menyangkut manusia pasti kami perhatikan. Apalagi ini kejadian yang jarang terjadi. Modus operandinya saya kira enggak pernah terjadi, orang bawa bensin lalu disiram dan dibakar," kata Asep ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Senin (25/4/2022).
Korban merupakan mahasiswa di salah satu kampus swasta di Jogja yang menjadi korban pembakaran oleh sejumlah rekannya pada 23 Maret lalu. Aksi itu dipicu lantaran persoalan sepele yakni masalah knalpot dan ikan.
Kapolda menambahkan, saat ini terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi juga telah mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembakaran itu.
BACA JUGA: Cegah Kemacetan, Sultan Minta Pemudik Bukan Tujuan Jogja Tidak Lewat Jalur Kota
"Pembakaran mahasiswa udah ketangkap. Berapa orang, saya gak ngerti datanya," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa Polda DIY akan berupaya maksimal apabila terdapat kejadian tindak kriminal yang terjadi di wilayah setempat. "Nanti kami rilis. Mudah-mudahan beberapa hari ini tertangkap semua," kata dia.
Kapolsek Mergangsan, Kompol Rachmadiwanto mengatakan petugas telah berhasil menangkap para terduga pelaku pembakaran itu. "Nanti akan dirilis di Polda. Polsek masih pengembangan, sudah tertangkap pelakunya masih kurang 1 orang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Kemenkes mengungkap kematian dini usia 35-39 tahun mulai meningkat. Penyakit jantung, strok, diabetes, dan pola makan menjadi pemicunya.
Google Cloud berupaya menjaga harga layanan tetap kompetitif di tengah kelangkaan chip global dan lonjakan permintaan GPU serta TPU.
KPK menggeledah sembilan lokasi di Sukoharjo terkait kasus Etik Suryani. Penyidik menyita uang, dokumen, barang bukti elektronik, dan perhiasan.
Pemkot Jogja menemukan sekitar 80 koperasi tidak aktif. Penilaian Koperasi Berprestasi 2026 difokuskan untuk pembinaan dan peningkatan tata kelola.
Mensos Saifullah Yusuf memastikan Heru Baskoro, anak Sayuti Melik, mendapat rehabilitasi dan hunian sementara di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.