Advertisement

Bandara YIA Ramai, Objek Wisata di Kulonprogo Kecipratan Berkah

Anisatul Umah
Sabtu, 07 Mei 2022 - 09:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Bandara YIA Ramai, Objek Wisata di Kulonprogo Kecipratan Berkah Ruang tunggu Bandara YIA di Kulonprogo, Kamis (6/1/2022). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO - Keberadaan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi berkah tersendiri bagi sektor wisata di Kulonprogo. Bandara YIA mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito menjelaskan lokasi bandara yang ada di Kulonprogo membuat wisatawan lebih dekat untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di Kulonprogo.

Advertisement

Dia mengatakan dibandingkan dengan 2019 pra pandemi jumlah kunjungan wisatawan 2022 lebih tinggi sekitar 25% karena adanya bandara.

"Kira-kira angka sekarang ini kan letupan setelah dua tahun berhenti [mudik] kisaran naik 25% dari 2019. Karena 2019 kan bandara belum ada," ungkapnya kepada Harian Jogja, Jumat (07/05/2022).

Bandara YIA tidak hanya mendekatkan wisatawan, namun bandaranya sendiri juga dijadikan tempat wisata oleh masyarakat. Tidak semua orang yang datang ke bandara untuk tujuan perjalanan namun ada juga yang ingin melihat pesawat.

Baca juga: Polisi Tilang Mobil Parkir di Bahu Jalan Malioboro

Apalagi setelah adanya kereta bandara, menurutnya banyak yang naik dari stasiun Tugu ke bandara dan balik lagi ke stasiun Tugu untuk jalan-jalan ke bandara.

"YIA bukan hanya bandara saja tapi juga destinasi wisata, konsepnya kayak mal dan pasaraya, enggak semua datang untuk perjalanan," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain keberadaan bandara momen mudik juga mendorong pergerakan orang menuju ke destinasi wisata.

Advertisement

"Ketika dua tahun tidak ada aktivitas kami manfaatkan untuk menganalisa potensi dan kemudian mengembangkan. Dan kami punya pendampingan padat karya wisata ini," tuturnya.

Lokasi wisata di Kulonprogo yang paling banyak dikunjungi menurut Joko adalah pantai Glagah. Lalu di sektor Utara terdapat perbukitan menoreh, meski masih terkendala infrastruktur dan jaringan, wisatawan yang datang mencari sensasi desa-desa wisata.

"Kita bisa memainkan semua lini untuk capaian kunjungan sebesar-besarnya, kebangkitan wisata di Kulonprogo dan Jogjakarta," ucapnya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement