Advertisement

Warga Jogja Pilih Tumpuk Sampah di Depan Rumah, Ini Foto-Fotonya..

Yosef Leon
Rabu, 11 Mei 2022 - 15:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Warga Jogja Pilih Tumpuk Sampah di Depan Rumah, Ini Foto-Fotonya.. Pengendara melintas di depan rumah warga yang terdapat tumpukan sampah di Jalan Gowongan Lor, Jetis, Rabu (11/5/2022). - Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Pemukiman warga di Kota Jogja mulai dipenuhi dengan tumpukan sampah lantaran TPST Piyungan masih ditutup. Tidak adanya aktivitas pengangkutan dari petugas sejak beberapa hari lalu membuat sampah ditumpuk di depan rumah.

Seperti yang terlihat di Jalan Gowongan Lor, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis pada Rabu (11/5/2022). Hampir di sepanjang ruas jalan itu terdapat tumpukan sampah yang dibungkus dengan kantong plastik di depan rumah warga.

Advertisement

"Sudah sejak habis Lebaran belum diambil. Biasanya ada petugas yang pagi-pagi ambil sampah. Karena sudah banyak ya ditumpuk saja di depan rumah," kata Dian Purwitasari, salah satu warga setempat.Tumpukan sampah

Pemerintah Kota Jogja mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk menangani sampah yang menumpuk di depo dan tempat pembuangan sampah (TPS) maupun pemukiman warga di wilayahnya. Beberapa titik lokasi di Kota Jogja terpantau mengalami penumpukan sampah bahkan sampai meluber ke jalan.

Baca juga: Jogja Darurat Sampah di Depan Mata, Ini Buktinya

"Untuk yang menumpuk di depo dan TPS sudah dilakukan penyemprotan oleh petugas dan kemudian sebagian yang masih bisa disimpan disimpan dulu dan yang sudah tidak bisa disimpan ada pengolahan yang kecil-kecil," kata Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi.

Heroe menjelaskan, pihaknya juga telah mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri agar tidak membuang sampah ke depo dan TPS lantaran TPST Piyungan masih diblokade oleh warga. Hal itu dilakukan sampai batas waktu tertentu dan TPST Piyungan kembali dibuka lagi.

Sampah

"Kalau sampah kami memang minta supaya bersama provinsi masih melakukan negosiasi dengan masyarakat. Tapi kita juga berharap agar masyarakat menahan diri untuk tidak membuang sampah dulu sampai waktu yang memungkinkan," ungkapnya.

Advertisement

Di sisi lain, ia mengaku bahwa keberadaan bank sampah dan skema pengolahan lain yang sudah eksis di Jogja belum mampu untuk mengatasi persoalan sampah jika TPST Piyungan ditutup. "Padahal ada 440 bank sampah dan sejumlah titik pengolahan, tapi memang tidak mampu untuk mengolah 350 ton sampah per hari," katanya.Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sugeng Darmanto menyebut, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk melakukan penyemprotan di sejumlah titik guna mengupayakan bau menyengat yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah.

"Hari ini sudah mulai dieksekusi. Di sejumlah titik juga sudah ada yang diangkut sampahnya agar tidak terlalu menganggu," kata Sugeng. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement