Geng Sekolah Dinilai Picu Klitih, Satpol PP Bantul Soroti Peran Ortu
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.
Ilustrasi armada pengangkut sampah di TPST Piyungan./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menganggarkan proyek pembangunan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) alternatif di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022 mendatang. TPAS alternatif ini nantinya diharapkan bisa jadi pilihan jika sewaktu-waktu TPST Piyungan kembali bermasalah.
"Sudah kami koordinasikan dengan Bappeda, Sekda Kota Jogja dan Komisi C DPRD. Di APBD perubahan 2022 rencananya akan dianggarkan dan targetnya di 2023 atau 2024 sudah beroperasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sugeng Darmanto, Selasa (10/4/2022).
BACA JUGA: Jogja Terancam Darurat Sampah, Wawali: Soal TPST, Lihat Kepentingan yang Lebih Besar
Menurutnya, lokasi TPA alternatif tersebut akan ditempatkan di Bantul. Hanya saja ia belum merinci secara detail lokasi pastinya. Pihak Pemkot juga telah melakukan pertemuan dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul sebagai upaya komunikasi awal terhadap rencana tersebut.
"Luasnya sekira dua hektare lebih dan sekarang masih tahap pengkajian lahan. Kepada dukuh, camat dan dinas terkait juga sudah kami komunikasikan," ujarnya.
BACA JUGA: Jogja Darurat Sampah di Depan Mata, Ini Buktinya
Menurut Sugeng, nantinya sampah yang ditampung di tempat itu hanya berupa sampah yang sudah diolah. Pihaknya akan meminimalkan metode pembuangan sampah dengan sistem terbuka (open dumping), di mana sampah langsung dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun.
"Nanti pengolahannya akan coba kami formulasikan dengan sistem sanitary landfill. Sampah pilah dari rumah tangga yang masuk ditimbun dengan tanah selapis demi selapis agar tidak menimbulkan bau," ungkapnya.
Sugeng menambahkan, keberadaan TPA alternatif ini sangat penting mengingat tingkat produksi sampah yang cukup signifikan di wilayahnya. Berdasarkan catatan per hari, Kota Jogja bisa memproduksi sampah sebanyak 370 ton.
"Jadi ini nanti hanya digunakan sebagai TPA alternatif saja bukan yang utama. Misal saat [TPST] Piyungan tutup bisa digunakan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.
Kadin berharap ketegangan RI-Singapura mereda usai pertemuan Prabowo dan Vivian Balakrishnan demi menjaga iklim investasi Indonesia.
Fenomena selebcat di tempat umum bisa meningkatkan kepedulian, tetapi interaksi berlebihan berisiko membuat kucing stres dan takut.
Harga kambing di Gunungkidul anjlok hingga Rp250.000 per ekor. Peternak mengeluhkan biaya pakan mahal dan keuntungan yang menipis.
Polisi menyelidiki kematian Ayudiah Rivana, atlet silat Semarang di Porprov Jateng 2026, setelah menjalani operasi patah jari tangan.
Disperindag Sleman menjajaki tenant kuliner dan pusat oleh-oleh di Pasar Prambanan untuk menarik anak muda mulai 2027.