Advertisement

Puluhan Spanduk Ilegal Dibongkar, Satpol PP: Kebanyakan Iklan Terselubung

Catur Dwi Janati
Selasa, 17 Mei 2022 - 19:57 WIB
Arief Junianto
Puluhan Spanduk Ilegal Dibongkar, Satpol PP: Kebanyakan Iklan Terselubung Satpol PP Bantul melakukan penertiban spanduk melanggar di wilayah Kabupaten Bantul. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Selama sepekan menggelar patroli, Satpol PP Bantul membongkar puluhan spanduk yang pemasangannya dinilai melanggar aturan. Selain pemasangannya yang membahayakan, banyak spanduk yang disinyalir tak mengantongi izin pemasangan.

"Mungkin karena momentum Lebaran, jadi banyak pelaku usaha yang memanfaatkan itu dengan membuat papan-papan informasi. Namun dalam pemasangannya banyak pelanggaran yang dilakukan," kata Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta pada Selasa (17/5/2022).

BACA JUGA: Libur Panjang Waisak Sumbang Retribusi Setengah Miliar untuk Bantul

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Hingga pekan ini, penindakan spanduk pelanggar masih dilakukan. Sejumlah kapanewon disasar dalam patroli spanduk liar ini, di antaranya Kapanewon Jetis, Imogiri, Banguntapan, Sewon, Pleret hingga Piyungan. "Sejak sepekan patroli ada banyak titik, total 40-50 spanduk kami tertibkan," jelasnya.

Salah satu pelanggaran yang terbilang berbahaya menurut Yulius ialah pemasangan spanduk yang membentang secara melintang di atas jalan. Pemasangan ini menyalahi aturan dan berbahaya bagi pengendara yang melintas. Spanduk yang jatuh dapat menimpa pengendara atau terseret kendaraan yang lewat.

"Itu sangat melanggar, baik dari sisi keamanan bagi pengendara yang berlalu lintas, maupun dari sisi aturan hukum yang tertuang dalam Perda Reklame," tegasnya. 

BACA JUGA: Kejar Ketertinggalan, PTM Terbatas di Bantul Mulai Digelar

Setelah lebaran, penertiban spanduk akan kian diintensifkan. Spanduk yang kedapatan melanggar aturan akan langsung dibongkar saat itu juga agar tidak membahayakan. "Sepekan setelah Lebaran ini akan kami kondisikan untuk penertiban," ujarnya.

Menurut Yulius, spanduk-spanduk yang melanggar aturan itu dapat dikategorikan sebagai bentuk iklan terselebung dari pembuat spanduk. Pasalnya, selain menyampaikan ucapan Ramadan dan Lebaran, muatan yang ada dalam spanduk juga mengusung identitas produk atau usaha.

Advertisement

"Karena memang spanduknya merupakan bentuk periklanan terselubung. Artinya disitu ada ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, tetapi demikian juga menunjukan identitas produk usaha yang dilakukan," kata dia. 

Tak hanya soal pemasangan, pelanggaran lainnya adalah soal izin. "Saya yakin itu tidak ada izinnya, kemudian cara pemasangannya juga tidak sesuai sengan ketentuan," tuturnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Mau Bentuk Badan Usaha Milik Otorita IKN, Apa Kegunaannya?

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement