PSS Sleman Kalah 3-1 dari Garudayaksa FC, Ini Jalannya Pertandingan
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Satpol PP Bantul melakukan penertiban spanduk melanggar di wilayah Kabupaten Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL--Selama sepekan menggelar patroli, Satpol PP Bantul membongkar puluhan spanduk yang pemasangannya dinilai melanggar aturan. Selain pemasangannya yang membahayakan, banyak spanduk yang disinyalir tak mengantongi izin pemasangan.
"Mungkin karena momentum Lebaran, jadi banyak pelaku usaha yang memanfaatkan itu dengan membuat papan-papan informasi. Namun dalam pemasangannya banyak pelanggaran yang dilakukan," kata Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta pada Selasa (17/5/2022).
BACA JUGA: Libur Panjang Waisak Sumbang Retribusi Setengah Miliar untuk Bantul
Hingga pekan ini, penindakan spanduk pelanggar masih dilakukan. Sejumlah kapanewon disasar dalam patroli spanduk liar ini, di antaranya Kapanewon Jetis, Imogiri, Banguntapan, Sewon, Pleret hingga Piyungan. "Sejak sepekan patroli ada banyak titik, total 40-50 spanduk kami tertibkan," jelasnya.
Salah satu pelanggaran yang terbilang berbahaya menurut Yulius ialah pemasangan spanduk yang membentang secara melintang di atas jalan. Pemasangan ini menyalahi aturan dan berbahaya bagi pengendara yang melintas. Spanduk yang jatuh dapat menimpa pengendara atau terseret kendaraan yang lewat.
"Itu sangat melanggar, baik dari sisi keamanan bagi pengendara yang berlalu lintas, maupun dari sisi aturan hukum yang tertuang dalam Perda Reklame," tegasnya.
BACA JUGA: Kejar Ketertinggalan, PTM Terbatas di Bantul Mulai Digelar
Setelah lebaran, penertiban spanduk akan kian diintensifkan. Spanduk yang kedapatan melanggar aturan akan langsung dibongkar saat itu juga agar tidak membahayakan. "Sepekan setelah Lebaran ini akan kami kondisikan untuk penertiban," ujarnya.
Menurut Yulius, spanduk-spanduk yang melanggar aturan itu dapat dikategorikan sebagai bentuk iklan terselebung dari pembuat spanduk. Pasalnya, selain menyampaikan ucapan Ramadan dan Lebaran, muatan yang ada dalam spanduk juga mengusung identitas produk atau usaha.
"Karena memang spanduknya merupakan bentuk periklanan terselubung. Artinya disitu ada ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, tetapi demikian juga menunjukan identitas produk usaha yang dilakukan," kata dia.
Tak hanya soal pemasangan, pelanggaran lainnya adalah soal izin. "Saya yakin itu tidak ada izinnya, kemudian cara pemasangannya juga tidak sesuai sengan ketentuan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Yusril Ihza Mahendra menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo mengarah pada indikasi makar dan masih didalami penyidik.
Pemda DIY masih mengkaji pedestrian terbatas Malioboro, termasuk pembatasan kendaraan pukul 09.00-22.00, parkir, dan akses jalan.