Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Penjual cabai rawit merah di Pasar Wates, Senin (27/1/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, BANTUL - Harga sejumlah bahan pokok berangsur turun pasca Lebaran. Turunnya permintaan membuat harga bahan pokok turun drastis.
Sub Koordinator Kelompok Subtansi Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani menerangkan turunnya harga bahan pokok dikarenakan permintaannya yang menurun seiring selesainya masa Lebaran. Dampaknya stok bahan pokok yang ada melimpah sementara permintaan dari konsumen terus menurun.
"Lebih dikarenakan permintaan. Dimana sebelum Idulfitri permintaan tinggi dan seminggu setelah Idulfitri permintaan turun dan stok yang cukup banyak," terang Nani pada Sabtu (21/5/2022).
Salah satu bahan pokok yang harganya turun drastis ialah cabai merah keriting. Pada pekan pertama Mei, rata-rata harga cabai merah keriting di angja Rp35.400 per kilogram. Sementara di pekan kedua Mei harganya turun menjadi Rp23.500 per kilogram.
Tak tanggung-tanggung, penurunan rata-rata harga cabai jenis merah keriting di lima pasar pantauan mencapai Rp11.900 per kilogram dibandingkan dengan pekan pertama Mei. Kondisi ini berbeda dengan harga rata-rata cabai merah besar yang hanya turun Rp1.250 per kilogram, dari Rp38.750 per kilogram menjadi Rp37.500 per kilogram.
Baca juga: Catat! Mulai Tahun Depan NIK Berfungsi Jadi NPWP
Tidak hanya cabai, beberapa jenis daging juga mengalami penurunan harga pasca Lebaran. Diterangkan Nani daging rendang sapi mengalami penurunan Rp3056 per kilogram, jadi sebelumnya rata-rata Rp129.772 per kilogram menjadi Rp126.677 per kilogram.
Daging ayam jenis broiler tak kalah merosot selepas Lebaran. Nani menerangkan daging ayam jenis ini kini dibanderol dengan harga Rp37.363 per kilogram atau turun Rp3333 per kilogramnya. Padahal sebelumnya satu kilogram daging ayam jenis ini dijual dengan harga Rp40.967.
"Penyebab penurunan hampir sama. Karena tren hari raya beberapa komoditas mengalami kenaikan, tetapi setelah itu turun," tandasnya.
Komoditas yang mengalami penurunan namun tidak signifikan yakni minyak goreng curah. Saat pekan pertama Mei minyak goreng curah dijual dengan harga Rp19.133 per liter. Akan tetapi pada pekan kedua Mei harganya turun hanya Rp1.033 per liter menjadi Rp18.100 per liter.
Sekretaris Diskop UKM Perindag Bantul, Yanatun Yunadiana menjelaskan penurunan harga minyak goreng curah pada pekan kedua Mei sekitar 5 persen dari pekan sebelumnya. "Untuk minyak goreng curah harga Rp18.100 per liter, turun lima persen dari pekan sebelumnya," terangnya.
Di sisi lain pada komoditas minyak goreng kemasan rata-rata dijual dengan Rp24.800 per liter dan belum menunjukan angka penurunan. "Dari hasil pemantauan di pasar pekan kedua Mei 2022, harga minyak goreng untuk kemasan Rp24.800 per liter, harga ini sama dengan pekan sebelumnya," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.