Jadwal SIM Gunungkidul 21 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY menyatakan salah satu ketentuan teranyar yang masuk dalam juknis penerimaan peserta Didik baru (PPDB) 2022 adalah pendaftar yang tinggal radius 300 meter dari sekolah otomatis bisa lolos lewat jalur zonasi. Aturan penilaian akreditasi sekolah juga diturunkan dari 10% menjadi 5% di tahun ini.
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan saat ini juknis PPDB 2022 sedang diproses untuk ditandatangani Gubernur, sehingga dalam waktu dekat ini akan segera disosialisasikan ke masyarakat. Adapun persentase jalurnya antara lain untuk zonasi 55 persen, afirmasi untuk siswa kurang mampu 20 persen, perpindahan tugas orangtua 5 persen dan 20 persen jalur prestasi.
"Secara umum masih sama dengan tahun sebelumnya, hanya kami tambahi untuk siswa yang berada di radius kurang dari 300 meter," katanya Jumat (27/5/2022).
BACA JUGA: Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Tokoh Bangsa yang Tak Segan Pakai Celana Bolong & Ditambal Jahitan
Didik mengatakan calon peserta didik yang tinggal di radius kurang 300 dari sekolah akan secara otomatis diterima melalui jalur zonasi di sekolah tersebut. Ketentuan ini merupakan terbaru karena pada juknis tahun sebelumnya tidak ada ketentuan tersebut.
"Ini kami tambah untuk anak yang tinggal di radius kurang 300 meter dari sekolah itu otomatis bisa [diterima] di sekolah terdekat itu. Jadi akan diprioritaskan," ucapnya.
Penentuan radius 300 meter itu telah melalui proses kajian. Dalam catatannya tidak ada calon peserta didik yang tinggal di radius 300 meter dari suatu SMA/SMK, sehingga kemungkinan terjadinya rombel dipenuhi siswa jalur zonasi 300 meter dapat diminimalisasi.
"Karena dalam ketentuannya mereka tinggal di radius itu tetapi minimal sudah tinggal selama setahun. Tidak boleh tiba-tiba indekos di situ, atau mungkin tiba-tiba ikut kakek neneknya maupun keluarga terdekat," ucapnya.
Didik menyatakan jika jalur zonasi tidak bisa menampung semua pendaftar karena ketidakseimbangan antara jumlah bangku dengan jumlah pendaftar sehingga masih ada alat seleksi lain pada jalur zonasi berupa nilai gabungan.
Untuk hitungan nilai gabungan berasal dari 55% ASPD, 40% nilai rapor semester satu hingga semester lima dan akreditasi sebanyak 5%. Komposisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya di mana ASPD hanya 50%, kemudian rapor 40% dan akreditas 10%. Ia memastikan akreditas tetap digunakan sebagai pertimbangan nilai gabungan karena terkait dengan manajemen sekolah buka kompetensi siswa.
"Akreditasi tetap kami pakai karena sebagai ukuran setiap sekolah. Tetapi nilainya kami turunkan dari sebelumnya 10 persen sekarang hanya 5 persen. Sebenarnya akreditasi ini tidak terlalu berpengaruh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Qatar memperingatkan risiko perang regional di tengah perundingan Iran-AS. Teheran menilai tuntutan Washington yang berlebihan menghambat kesepakatan damai.
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar meluas hingga 490 hektare. Api mengarah ke Segorogunung dan Tambak, sementara kabut menghambat pemadaman udara.
Pameran seni rupa Nandur Srawung memasuki penyelenggaraan ke-13 dengan pendekatan baru untuk membaca perkembangan seni kontemporer Indonesia.