Kunjungan Wisata Moncer, DPRD Gunungkidul Bidik PAD Rp60 Miliar
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Ilustrasi pasar hewan/Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Perdagangan Gunungkidul menutup Pasar Hewan Siyono Harjo di Kalurahan Logandeng, Playen selama 14 hari. Penutupan dilakukan karena adanya temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di pasar tersebut.
Rencananya penutupan juga dilakukan di pasar hewan lainnya apabila ditemukan kasus yang sama. Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan penutupan pasar hewan Siyono sudah diumumkan kepada seluruh pedagang pada Sabtu (28/5/2022). Pengumuman dilakukan melalui pengeras suara di pasar.
“Dua pasaran wage yang kami tutup dan akan buka lagi pada wage pada 17 Juni mendatang,” kata Kelik, Minggu (29/5/2022).
Menurut dia, selama penutupan akan dilakukan upaya pencegahan dengan membersihkan area pasar. Selain itu, juga ada program sterilisasi melalui penyemprotan cairan disinfektan.
Kelik menambahkan agar penyebaran PMK tidak semakin luas akan bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk penanggulangan. Salah satunya dengan mengintensifkan pengawasan serta peningkatan kebersihan serta upaya sterilisasi. “Upaya pencegahan akan terus kami galakkan dengan meningkatkan pengawasan di pasar hewan lainnya,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini menambahkan, penutupan hal yang akan dilakukan apabila ada pasar hewan lainnya yang ditemukan kasus PMK pada hewan ternak.
“Pengawasan terus ditingkatkan. Kalau memang ada temuan kasus, maka pasar hewan akan ditutup sementara seperti di Siyono,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan pada Sabtu pagi petugas pengawasan di Pasar Siyono menemukan enam ekor sapi yang diduga mengalami PMK. Ciri-cirinya, suhu tubuh hewan tinggi, ada luka di bagian mulut serta mengeluarkan air liur.
Meski demikian, Wibawanti mengungkapkan bahwa temuan tersebut masih sebatas suspek. Untuk kepastian, enam ekor sapi tersebut harus dites uji laboratorium.
“Untuk tes akan bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates. Sedangkan enam ekor sapi terindikasi PMK sudah ada upaya pengobatan dan karantina oleh masing-masing pemilik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.