Advertisement

Berusia 99 Tahun, Ini Sejarah RS YAP Berganti Nama saat Pendudukan Jepang

Sunartono
Rabu, 01 Juni 2022 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Berusia 99 Tahun, Ini Sejarah RS YAP Berganti Nama saat Pendudukan Jepang Gedung bagian depan RS Mata YAP yang telah berusia 99 tahun merupakan bangunan cagar budaya. - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Jogja memiliki banyak cerita menarik di masa lalu. Salah satunya rumah sakit legendaris RS Mata Dr YAP yang berlokasi di Jalan Cik Ditiro, Kota Jogja. Rumah sakit yang dahulu bernama Prinses Juliana Gasthuis Voor Ooglijders itu kini telah berusia 99 tahun tepat pada Minggu 29 Mei 2022.

Berdirinya RS Mata Yap berawal dari Doktor Yap Hong Tjoen membuka balai pengobatan mata di Jalan Gondolayu, Yogyakarta pada 20 Juni 1921. Dalam buku 100 Tahun Mengabdi untuk Negeri Yayasan Doktor YAP Prawirohusodo disebutkan balai itu tepat berada di barat Jembatan Gondolayu. Setahun kemudian Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menawarkan tanah seluas 30.083 meter persegi di sebelah barat Jalan Yap Boulevard atau sekarang bernama Jalan Cik Ditiro untuk membangun rumah sakit di atas tanah Kraton.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dana pembangunan berasal dari Pemerintah Hindia Belanda, perusahaan perkebunan dermawan. Setelah dana terkumpul, kemudian mempercayakan desain bangunan ke Eduard Cuypers, seorang arsitek terkenal Belanda di zamannya. "Cuypers bekerja dari jarak jauh di Amsterdam. Fermont dan koleganya merealisasikan gagasan Cuypers dari kantor biro arsitek ternama di Batavia NV Architecten Ingenieursbureau Fermont the Weltevreden en Ed. Cuypers the Amsterdam," tulis buku yang diterbitkan tahun 2020 itu.

Berdasarkan prasasti di dinding teras bawah sisi barat, peletakan batu pertama RS YAP dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku VIII pada 21 November 1922. Kemudian pada 29 Mei 1923 rumah sakit mata ini diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock yang mendapatkan kuasa dari Ratu Belanda kemudian diberi nama Prinses Juliana Gasthuis Voor Ooglijders atau Rumah Sakit Mata Putri Juliana.

Baca juga: Viral Pengunjung Gumuk Pasir Diminta Bayar Rp100.000, Bupati Perintahkan Investigasi

Buku ini juga mengungkap, ketika masa pendudukan Jepang pada 1942 di Yogyakarta rumah sakit ini berganti nama menjadi RS Mata DR YAP untuk menghilangkan jejak atau hubungan dengan Pemerintahan Hindia Belanda. Namun Jepang tetap mengusik rumah sakit ini hingga menangkap Dr. Yap Hong Tjoen. Sejak saat itu hingga saat ini berusia 99 tahun rumah sakit mata pertama ini tetap Bernama RS Mata DR YAP. Gedung rumah sakit ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2007.

Ketua Yayasan Yap Prawirohusodo selaku pengelola RS Mata Yap GBPH Prabukusumo menyatakan dalam pengembangan fisik rumah sakit sangat hati-hati karena merupakan kawasan cagar budaya. Salah satunya, dalam waktu dekat ini sedang berusaha menambah sebuah alat canggih namun harus melakukan renovasi ruang operasi.

"Ini sedang kami konsultasikan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya, untuk menambah alat smile itu kan perlu renovasi ruang operasi. Setiap renovasi selalu kami konsultasi karena berkomitmen menjaga," katanya saat diwawancara di sela-sela peringatan HUT RS YAP pada Minggu (29/5/2022) lalu.

Advertisement

Ia menilai rumah sakit itu mengalami perkembangan signifikan. Bahkan telah berkembang di Magelang serta merencanakan membuka di Klaten atau Sukoharjo. Gusti Prabu mengungkap ada salah satu kawasan gedung di area tengah yang belum pernah direnovasi sejak awal. Perbaikan hanya dilakukan skala kecil.

"Kalau yang bangunan tengah ini belum pernah direnovasi, kami berencana menaikkan satu meter biar sejajar dengan bangunan depan. Tetapi harus konsultasi dulu," ujarnya.

Rumah sakit ini juga sedang mempersiapkan akreditasi dengan standar terbaru dari Kemenkes. Digitalisasi menjadi bagian penting dari proses tersebut. Apalagi saat ini terjadi perubahan perilaku masyarakat saat pandemi ke arah contactless economy.

Advertisement

"Saat ini RS Mata YAP hampir berusia satu abad, cita-cita mulia keluarga besar pendiri rumah sakit Dr Yap Hong Tjoen masih tegak berdiri melayani masyarakat, baik dari pelayanan kesehatan mata dan penelitian," kata Direktur RS Mata YAP Alida Lienawati.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tarif Ojek Online Akan Ditentukan Gubernur, Begini Tanggapan Ojol

News
| Rabu, 30 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement