Advertisement

Eksplorasi Potensi Daerah, Pemda DIY Gelar Lomba Kelurahan dan Kalurahan

Ujang Hasanudin
Senin, 06 Juni 2022 - 19:47 WIB
Arief Junianto
Eksplorasi Potensi Daerah, Pemda DIY Gelar Lomba Kelurahan dan Kalurahan Juri Lomba Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY (kiri) melakukan klarifikasi lapangan di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, Senin (6/6/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Pemda DIY melalui Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Bermas) Sekretariat Daerah (Setda) DIY menggelar lomba kalurahan dan kelurahan tingkat DIY.

Terdapat empat peserta kalurahan dan dua kelurahan yang mengikuti lomba ini. Nantinya, pemenang lomba ini diikutkan dalam ajang lomba yang sama tingkat Regional Jawa-Bali.

BACA JUGA: Inisiasi Pembangunan 3R G2RT sebagai Ikon Monumental Ekosistem G2R Tetrapreneur

Keempat kalurahan yang terpilih dari masing-masing kabupaten untuk mengikuti lomba tingkat DIY, yakni, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Sleman; Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo (Kulonprogo); Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Gunungkidul; dan Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul.

Sementara dua kelurahan yang mengikuti lomba adalah Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Jogja; dan Kelurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo.

Kepala Biro Bermas Setda DIY, Sukamto mengatakan, lomba ini sudah dimulai sejak Mei lalu yang diawali dengan penyerahan dokumen administrasi dari masing-masing kalurahan dan kelurahan yang mengikuti lomba, kemudian paparan lurah terkait potensi di masing-masing kalurahan dan kelurahan.

Saat ini dalam proses klarifikasi lapangan oleh tim juri yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan; Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora); Dinas Koperasi dan UKM; Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK DIY, Biro Tata Pemerintahan (Tapem); Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terkait digitalisasi di kalurahan dan kelurahan desa.

BACA JUGA: Permintaan Paspor Meningkat, Ditjen Imigrasi Tambah Kuota M-Paspor 3 kali Lipat

“Setelah klarifikasi lapangan baru penilaian secara keseluruhan dengan bobot masing-masing dari administrasi 30 persen, paparan potensi kalurahan dan kelurahan 30 persen, dan klarifikasi lapangan memiliki bobot lebih tinggi, yakni 40 persen. Pemenang akan diumumkan akhir Juni atau awal Juli nanti melalui keputusan Gubernur DIY,” kata Sukamto, di sela-sela klarifikasi lapangan di pendopo Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, Senin (6/6/2022).

Menurut Sukamto, perlombaan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi, mendorong dan memberi motivasi kepada pemerintah kabupaten dan kalurahan beserta masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan terhadap masyarakat.

Advertisement

“Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Selain itu juga untuk mengetahui capaian selama kurun waktu tertentu dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup pada aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan,” ucap Sukamto.

Dia berharap dengan perlombaan tersebut dapat menggugah warga dan perangkat kalurahan serta kelurahan untuk selalu giat dalam membangun, melakukan inovasi, termasuk juga meningkatkan pelayanan publik.

Lurah Pleret, Taufiq Kamal mengatakan pemerintah kalurahan yang dipimpinnya bercita-cita menjadi kalurahan yang mandiri. Kalurahan Pleret menjadi salah satu peserta lomba kalurahan dan kelurahan tingkat DIY yang sebelumnya menang tingkat kapanewon dan tingkat kabupaten.

Advertisement

Taufiq mengatakan ada potensi yang tidak dimiliki kalurahan lainnya, yakni potensi budaya dan warisan budaya, di mana Pleret pernah dua kali menjadi Ibu Kota Kerajaan Mataram yakni di Dusun Kerto dan Pleret, kemudian ada Sungai Segoroyoso, potensi situs budaya menjadi paket wisata keliling yang bisa mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.

“Bahkan saat pandemi Covid-19 ketika wisatawan lain tutup dan sepi kami justru buka wisata sehingga indeks desa membangun kami cukup tinggi,” kata Taufiq.

Selain itu pihaknya juga membuat digitalisasi sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengenali dan mengunjungi Pleret. Bahkan digitalisasi masuk dalam RPJMDes menjadi kalurahan digital yang mandiri, berbudaya, dan agamis.

Sebelum proses penilaian atau klarifikasi lapangan oleh 35 juri di 12 meja di pendopo Kalurahan Pleret, digelar pula seremoni yang dihadiri oleh Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren, Biro Tapem DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudonegoro; Kepala Biro Tapem DIY, Hari Edi; Bupati Bantul Abdul Halim Muslih; dan sejumlah kepala OPD tingkat DIY maupun Pemkab Bantul.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Jogja Macet, Berkah bagi Pedagang

Jogja Macet, Berkah bagi Pedagang

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Viral Unggahan JKT48 Dilecehkan di Mal Solo, Gibran Geram

News
| Minggu, 03 Juli 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement