Wamendagri Sebut Usulan Kewarganegaraan Ganda Masih Dikaji
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA - Insiden dugaan kejahatan jalanan kembali terjadi di Kota Jogja. Seorang korban atas nama Budi Maulana Rudi, 17, warga Berbah, Sleman jadi korban dan mengalami luka lecet akibat jatuh dari sepeda motor setelah kejar-kejaran di Jalan Batikan pada Sabtu (11/6/2022) dini hari.
"Benar, kejadian sekitar pukul 2.30 Wib. Korban merupakan pelajar," kata Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro.
Kapolsek menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban dan seorang rekannya yang lain berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Korban saat itu hendak mengantar rekannya pulang ke Pandeyan, Umbulharjo seusai latihan silat di kampus UIN Sunan Kalijaga.
Sesampainya di Jalan Batikan dari belakang tiba-tiba dua kendaraan membuntuti korban. Gerak-gerik pengendara itu dianggap korban juga terlihat mencurigakan. Mereka menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy berwarna hitam dan Honda PCX berwarna putih.
Korban kemudian tancap gas ke arah selatan dengan mengambil risiko melawan arah. Dua sepeda motor tadi tetap membuntuti dan rombongan itu sempat terlibat kejar-kejaran di lokasi tersebut. "Pas sampai di depan kampus UST, korban terjatuh karena panik dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraan," ungkap Kompol Achmad.
Baca juga: Polda Kumpulkan Masukan Penanganan Kejahatan Jalanan di Jogja
Setelahnya rombongan sepeda motor yang mengejar korban langsung kabur masuk ke wilayah perkampungan lantaran melihat korban dan rekannya terjatuh dari sepeda motor. Adapun, korban mengalami luka lecet pada punggung sebelah kanan dan kaki kanan mengeluarkan darah.
Tak berselang lama anggota patroli dari Polresta Jogja dan Polsek Umbulharjo tiba di lokasi dan langsung memberikan pertolongan kepada korban. Polisi menyebut korban enggan melaporkan insiden yang dialaminya itu ke aparat yang berwajib.
"Kami mengimbau kepada orang tua untuk selalu mengecek keberadaan anak anaknya, apalagi kalau sudah jam 22.00 Wib untuk segera pulang ke rumah dan apabila ada keperluan mendesak untuk keluar rumah agar melewati jalan yang ramai dan penerangan jalan yang cukup serta jangan sendirian," kata Kapolsek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.