Advertisement

Cegah Kebakaran, Sekuriti Kampus Harus Bisa Gunakan Apar dengan Tepat

Sunartono
Senin, 13 Juni 2022 - 10:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Cegah Kebakaran, Sekuriti Kampus Harus Bisa Gunakan Apar dengan Tepat Petugas sekuriti mengikuti simulasi penanganan kebakaran di area Kampus UII, Jumat (10/6/2022). - Ist/uii.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sekuriti menjadi salah satu unsur penting dalam melakukan mitigasi bencana di area gedung kampus perguruan tinggi. Salah satunya mitigasi bencana kebakaran. Sekuriti harus dibekali penanganan bencana karena menjadi unsur yang berada di area gedung selama 24 jam.

Praktisi dari Simpul Pemberdayaan Masyarakat untuk Kebencanaan (SPMKB) UII Dwi Handayani menjelaskan konsorsium Uni Eropa bersama sejumlah kampus di Indonesia memiliki program pengembangan tangguh bencana. Salah satunya yang menjadi fokus saat ini adalah penanganan kebakaran dengan mempersiapkan para petugas sekuriti.

Dwi mencontohkan gedung kampus seperti UII yang saling terpisah memiliki risiko penanganan bencana tidak terkoordinasikan dengan baik. Sehingga unsur sekuriti yang berada di lokasi gedung selama 24 jam memiliki peran penting dalam melakukan reaksi cepat menangani situasi ketika terjadi bencana kebakaran. Adapun di UII telah digelar simulasi penanganan bencana kebakaran dengan melibatkan 40 sekuriti perwakilan setiap gedung.

"Melalui program ini agar penangungjawab tiap gedung, sekuriti tahu mengenai apa yang harus dilakukan khususnya saat terjadi bencana kebakaran. Harus bisa menggunakan tabung Apar dengan baik," katanya, Senin (13/6/2022).

Baca juga: UII Bakal Buka Kampus Baru, Kota Ini Jadi Calon Lokasinya

Sekuriti harus diberikan bekal cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dengan baik. Agar penggunaannya bisa dilakukan secara efektif dalam mencegah meluasnya kebakaran. Tak kalah pentingnya agar tabung Apar tidak hanya menjadi hiasan gedung. "Memang belum semua sekuriti bisa diikutsertakan, tetapi setidaknya mereka bisa menyampaikan ilmu kepada personel lain," ujarnya.

Wakil Rektor UII Wiryono Raharjo menambahkan dalam memberikan bekal penanganan bencana UII bekerja sama dengan Erasmus+ Programme of The European Union dan Building Universitas in Leading Disaster Resilience (BUiLD). Outputnya setiap universitas anggota di konsorsium itu memiliki satu unit yang mengorkestras mitigasi bencana.

"Mengapa sasarannya sekuriti? Karena bahaya kebakaran itu yang menanggulangi adalah yang dekat dengan api. Mereka paling dekat sehingga jadi target utama, dalam hal ini sekuriti karena unsur ini selalu berada di lingkungan gedung," ujarnya.

Secara umum berdasarkan data BPBD DIY terdapat 155 kasus kebakaran permukiman dan bangunan di wilayah DIY selama 2021. "Termasuk level sosial masyarakat tangguh bencana ini harus digerakkan diingatkan dengan beragam kegiatan bahwa bencana tidak bisa diprediksi tetapi bisa disiapkan mitigasinya," ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 13 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Musim Liburan, Begini Kondisi Kasus Covid-19 di DIY

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 20:57 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement