Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Sejumlah wisatawan di Pantai Depok, Bantul, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi pada pertengahan Juni ini di sepanjang pesisir selatan Jawa, tak terkecuali Bantul. Sampai Senin (13/6/2022), Pantai Selatan wilayah Bantul masih terpantau aman.
Salah seorang warga Pantai Depok, Kapanewon Kretek, Irah, menjelaskan dalam sepekan memang ombak terlihat lebih tinggi, tetapi masih sebatas di depan tempat menambatkan kapal-kapal nelayan. “Masih di depan kapal itu, belum sampai ke warung,” ujarnya.
BACA JUGA: Beringin Denggung Ambruk Juga Pernah Terjadi 2016, Korbannya 3 Orang
Meski air sisa ombak terkadang sampai depan warung, menurutnya kondisi ini masih aman karena tingginya pasir di bibir Pantai Depok dan adanya palung di sekitarnya, yang membuat ombak tidak mencapai permukiman.
Aktivitas nelayan sementara ini juga masih berjalan normal. Kalaupun berkurang aktivitas penangkapan ikan, menurutnya bukan disebabkan gelombang melainkan karena ikan saat ini sulit dicari. “Kemarin cuma enam perahu, Sabtu juga sama. Kalau hari ini enggak ada,” ungkapnya.
Wilayah Pantai Depok yang lebih rawan terkena banjir rob menurutnya bagian ujung barat. Gelombang tinggi terakhir yang terjadi seingatnya sekitar dua tahun lalu, hingga air mencapai wilayah warung-warung.
Sekretaris Sarlinmas wilayah IV Parangtritis, Arief Nugraha, menuturkan di wilayah Parangtritis gelombang tinggi tidak akan membahayakan warga karena jarak permukiman yang cukup jauh dari bibir pantai.
Sementara, para wisatawan sudah mengantisipasi gelombang tinggi dengan tidak berada di wilayah berbahaya. “Tapi sejauh ini masih mandali [aman terkendali],” katanya.
Ia memperkirakan gelombang tinggi terjadi pada sekitar bulan Juli-Agustua.
“Air sampai ke parkiran biasanya di Juli-Agustus, itu agak tinggi,” ungkapnya.
Nelayan masih bisa beraktivitas, dengan menyesuaikan siklus pasang-surut air laut.
BACA JUGA: Waspada! Gelombang Tinggi Capai Puncaknya pada Tanggal Ini
Melalui keterangan tertulis, BMKG memprediksi potensi gelombang tinggi di sepanjang pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jogja. Hal ini disebabkan adanya angin yang berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi, 46 mm/jam di beberapa perairan Indonesia.
Prediksi ini diperkirakan terjadi pada 13-23 Juni, dengan tinggi gelombang bisa mencapai 3 meter. Hal ini juga bertepatan dengan fenomena super full moon pada 14 Juni mendatang, sehingga meningkatkan ketinggian pasang air laut dan berpotensi terjadinya banjir rob.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.