Lima Peserta SPPI Meninggal, Hardjuno Desak Dilakukan Audit Total
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.
Petugas TRC BPBD Sleman memotong pohon beringin yang tumbang dan menimpa wahana Kora-Kora di Lapangan Denggung, Sleman, Senin (13/6/2022)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebuah pohon beringin yang berada di Lapangan Denggung, Sleman, tumbang, Senin (13/6/2022) akibat hujan deras disertai angin kencang. Akar pohon beringin yang sudah keropos itu tumbang menimpa wahana permainan Kora-kora.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Makwan mengatakan pohon berusia puluhan tahun itu tumbang sekitar pukul 12.50 WIB saat hujan deras turun disertai angin kecang. Pohon itu roboh karena tidak kuat menahan terpaan angin dan menimpa wahana mainan Kora-kora. "Untungnya tidak ada korban jiwa atau luka-luka. Kondisi akar sudah lapuk," kata Makwan saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Makwan, pohon yang tumbang ini sebenarnya sudah dipangkas tetapi tumbuh lagi meskipun tidak terlalu tinggi. Namun karena kuatnya angin yang datang ditambah akar yang sudah lapuk, pohon tersebut pun tumbang. "Biasanya kan [pohon beringin] yang sudah tumbang ditanam lagi seperti yang sudah-sudah. Karena ini sudah tidak ada akarnya, kami rekomendasikan untuk tidak ditanam lagi," ujar Makwan.
Pengelola wahana pasar malam, Muhammad Mumtakhid Arif mengatakan kegiatan pasar malam di Denggung digelar untuk memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke-106. "Saat peristiwa terjadi, sebenarnya wahana sedang menunggu dibongkar. Sebab kegiatan pasar malam ini sudah selesai malam Minggu [12/6/2022] kemarin," ujarnya.
BACA JUGA: PPDB Kota Jogja: Masalah Kependudukan Paling Banyak Dikeluhkan
Selain menimpa wahana Kora-kora, kata Arif, pohon tersebut juga merusak tiga unit stand yang berada di sekitarnya. Hanya saja kerusakan paling parah dialami wahana Kora-kora. "Kejadian ini fenomena alam ya, Wallahualam kami tidak tahu bisa begini. Yang penting masih diberi keselamatan. Kalau kerugian untuk permainan ini ya kira-kira bisa di angka Rp 50-60 juta," katanya.
Saksi mata kejadian, Tanto, yang juga salah seroang pelaku pasar malam mengatakan saat itu ia beserta empat rekannya sedang beristirahat di tenda. Tenda yang terbuat dari terpal itu digunakan untuk beristirahat dan berdiri tidak jauh dari wahana Kora-kora. "Saat hujan deras dan angin kencang, tiba-tiba ada suara krek pohon beringin tumbang. Syukur saya dan teman-teman bisa menyelamatkan diri ke luar [tenda]," katanya.
Ia mengatakan, pohon besar tersebut merusak wahana Kora-Kora yang sedianya akan dibongkar. Sayangnya hujan disertai angin kencang lebih dulu datang sehingga mereka berteduh di dalam tenda. "Kami sebenarnya kemas-kemas mau pindah ke Salaman Magelang. Untung tidak ada yang terluka. Cuma kerugian material sekitar Rp80 juta," kata Tanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.
Daftar agenda Jogja Juli 2026: IFBC, festival layangan, geopark night, INACRAFT hingga scooter parade. Gratis dan seru!