Advertisement

Baru Tengah Tahun, Kasus DBD Gunungkidul Sudah Lampaui Kejadian 2021

David Kurniawan
Kamis, 23 Juni 2022 - 12:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Baru Tengah Tahun, Kasus DBD Gunungkidul Sudah Lampaui Kejadian 2021 Ilustrasi - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com,GUNUNGKIDUL–Tren kasus penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul kembali meningkat. Jumlah warga yang terjangkit hingga pertengahan 2022 ini lebih banyak ketimbang 2021 lalu.

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, hingga Kamis (23/6/2022) sudah ada 302 warga menderita DBD. Jumlah ini lebih banyak ketimbang kasus sepanjang 2021 lalu yang hanya 189 kasus.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Potensi penambahan masih sangat mungkin. Terlebih lagi sekarang terjadi anomali cuaca, meski sudah memasuki musim kemarau namun curah hujan tetap tinggi sehingga potensi serangan juga masih tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyakit DBD merupakan penyakit musiman yang marak saat penghujan. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai potensi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegepty.

Baca juga: Penularan DBD di Kota Jogja Meningkat

Menurut dia, tahun ini ada kecenderungan kenaikan karena jumlahnya lebih banyak ketimbang kasus di 2021. Sebagai gambaran, tahun lalu jumlah warga terserang sebanyak 189 orang. Sedangkan hingga pertengahan tahun ini sudah ada 302 orang yang terjangkit DBD, tiga di antaranya meninggal dunia.

“Rinciannya, 174 kasus penderita laki-laki dan perempuan sebanyak 128 kasus,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis siang.

Meski ada kenaikan, namun dari sisi jumlah belum sebanyak seperti di 2020 lalu yang mencapai 975 kasus. “Mudah-mudahan bisa terkendali dan penambahannya tidak banyak,” ujarnya.

Advertisement

Dia menambahkan, penyakit musiman seperti DBD atau leptospirosis erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Untuk itu, ia meminta masyarakat menjaga kersihan serta terus menjalankan pola hidup sehat. “Upaya penanggulangan sangat butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.

Dewi menjelaskan, untuk pencegahan DBD bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tahapan. Hal paling lazim dilaksanakan dengan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang kembang biak nyamuk. Selain itu, agar pencegahan dapat optimal harus ada satu orang pemantau jentik nyamuk. “Kami akan terus lakukan sosialiasi dalam pencegahan agar penyakit DBD tidak terus bertambah,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto berharap kepada dinas kesehatan untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat untuk penanggulangan. Menurut dia, langkah ini sebagai pengingat bahwa ancaman penyakit DBD tetap meski jumlah kasus tetap ada setiap tahunnya.

Advertisement

“Sosialisasi sangat penting karena sebagai upaya untuk penanggulangan sehingga kasus tidak terus bertambah. Selain itu, kasus corona sudah melandai sehingga fokus bisa digunakan untuk penanggulangan penyakit lainnya,” katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Surat Intelijen Rusia Bocor, Rencana Putin Gunakan Nuklir Terungkap

News
| Rabu, 30 November 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement