Viral Sumbangan Pendatang Rp1 Juta, Padukuhan Jambean Gelar Musyawarah
Padukuhan Jambean, Bantul, akan membahas ulang sumbangan warga perumahan Rp300.000-Rp1 juta setelah viral di media sosial.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja melaporkan terjadi peningkatan temuan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya sejak tiga bulan pertama di 2022. Bulan januari menjadi temuan terbanyak dengan jumlah 41 kasus penularan.
"Total sejak Januari-Maret 2022 ada sebanyak 54 kasus DBD, sementara 2021 lalu ada sebanyak 92 kasus dan satu pasien meninggal dunia," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, Rabu (23/3/2022).
Menurut Endang, musim penghujan memang menjadi salah satu faktor penyebab dari tingginya kasus DBD di Kota Jogja. "Begitu curah hujan tinggi kasusnya memang juga naik. Meskipun pola lima atau empat tahunan kadang berubah. Tapi memang polanya demikian," ungkap Endang.
Di sisi lain, pihaknya menilai bahwa aktivitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat mulai mengendur akibat pandemi Covid-19. Padahal, PSN cukup penting dalam mencegah dan mengantisipasi penularan DBD.
"Inti permasalahannya memang di PSN. Karena sudah jelas, bahwa DBD ini menularnya dari nyamuk. Begitu ada tempat perindukan yang tidak dibersihkan, otomatis nyamuknya banyak dan berpotensi menularkan," kata dia.
Baca juga: DBD Masih Menghantui Gunungkidul, 2 Warga Meninggal Sejak Januari
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menyebut, pihaknya berupaya agar penularan DBD bisa ditekan di wilayah setempat. Apalagi, di Maret ini warga yang tertular penyakit itu baru satu orang.
"Bulan Maret kan juga baru satu kasus ya, kami akan coba tekan karena yang Januari begitu tinggi dan semoga bisa ditekan," katanya.
Menurut Emma, program nyamuk Wolbachia masih menjadi salah satu upaya dalam pengendalian DBD selain memaksimalkan PSN dan sosialisasi kepada masyarakat luas. Saat ini seluruh kemantren di Kota Jogja sudah diterapkan dengan program nyamuk Wolbachia itu.
"Dari pelaksananya yakni WMP memang terus melakukan pemantauan. Artinya tetap melihat sampel nyamuk yang disebar ke sejumlah wilayah itu apakah berwolbacia atau tidak. Sementara ini sekitar 80 persen masih," kata dia.
Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat untuk gencar dan tetap waspada terhadap penularan berbagai macam penyakit di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) mesti dilaksanakan dengan optimal.
"Yang jelas masyarakat meskipun sekarang masih masa pandemi Covid-19, jangan abai dengan potensi penularan dari penyakit lain. Tetap PSN dan mau tidak mau harus waspada," ungkap Emma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padukuhan Jambean, Bantul, akan membahas ulang sumbangan warga perumahan Rp300.000-Rp1 juta setelah viral di media sosial.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, lokasi SIM Keliling, SIMENOR, MPP, jam pelayanan, dan syarat dokumennya.
Kontingen Indonesia memburu medali emas Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Senin (19/10), dari para angkat berat, atletik, renang, dan cabor lainnya.
Kylian Mbappe mencetak dua gol, termasuk melalui eksekusi penalti panenka. Dua gol lainnya dicetak Arda Guler dan Yan Diomande, sedangkan Sevilla hanya membalas
Provstgaard membuka keunggulan Lazio. Isaksen menggandakan, sebelum Dele-Bashiru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-89.
Sekjen PBB António Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian, multilateralisme, pembiayaan pembangunan, dan aksi iklim.