DPRD Sleman Soroti Pola Asuh Orang Tua untuk Cegah Stunting
DPRD Sleman menekankan pola asuh, pemenuhan gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting.
Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja mencapai ratusan kasus hingga pertengahan tahun 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja meminta masyarakat menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi peningkatan kasus tersebut.
Dinkes Kota Jogja mencatat kasus DBD pada Januari-Juli 2025 mencapai 217 kasus. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 215 kasus pada Januari-Juli 2024.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan, Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah menuturkan meskipun kasus DBD mencapai ratusan kasus hingga pertengahan tahun ini, namun dia menilai tren kasus DBD di tahun ini relatif stabil.
“Jumlah hingga pertengahan tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, jadi kemungkinan tidak akan berbeda jauh di akhir tahun [2024],” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Dia mengaku jumlah kasus DBD tahun 2024 mencapai sekitar 300 kasus dengan tidak ada kasus kematian. Hingga saat ini pun menurutnya tidak ada kasus kematian karena DBD.
BACA JUGA: 13 Pasangan di Jogja Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas Hamil Duluan
Meski jumlahnya stabil, Lana mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Menurutnya, permasalahan sampah yang ada di Kota Jogja dan kebersihan lingkungan rumah menjadi faktor penting yang dapat menekan jumlah kasus tersebut.
Dia pun meminta agar masyarakat melakukan PSN dengan melakukan gerakan menguras, mengubur dan menutup tempat penampungan air (3M) yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. Dia pun meminta agar masyarakat memantau potensi penyebaran jentik nyamuk di setiap wilayah.
Selain itu, menurut Lana, pihaknya juga telah melakukan fogging terhadap beberapa lokasi tempat tinggal penderita. Namun, menurutnya tidak semua lokasi dilakukan fogging.
“Fogging hanya dilakukan jika ada kasus kematian atau terbukti ada penyebaran di wilayah tersebut berdasarkan penyelidikan epidemiologi,” jelasnya.
Dia menuturkan proses penyelidikan epidemiologi tersebut dilakukan dengan memeriksa 20 rumah di sekitar tempat tinggal penderita. Dari situ, beberapa wilayah dilakukan fogging untuk menekan angka penyebaran DBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman menekankan pola asuh, pemenuhan gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting.
Simak informasi SIM Keliling Bantul Selasa 3 November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 melalui MPP, SIM Keliling malam di SCH, SIMMADE, dan Satpas beserta syaratnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 3 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.