2.300 Warga Sleman Daftar Jadi Agen Perlinsos Digital
Sebanyak 2.300 warga Sleman mendaftar sebagai agen Perlinsos untuk mendampingi layanan bantuan sosial digital berbasis IKD.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Nilai ekspor bermacam komoditas Sleman pada triwulan I-2025 mencapai 28,02 juta USD atau Rp456,26 miliar dengan kurs saat ini. Apabila membandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor kali ini merosot jauh.
Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman, Fitriana Nurhayati, mengatakan situasi perekonomian global yang tidak menentu menjadi sebab penurunan nilai ekspor itu. Padahal, nilai ekspor triwulan I-2024 mencapai 34,16 juta USD atau Rp556,22 miliar.
BACA JUGA: TPU Seyegan dan Madurejo Sudah Tampung 2.000 Jenazah
“Kami belum bisa menyimpulkan sebab penurunan kalau hanya dalam satu triwulan saja. Soalnya dalam periode satu tahun ada beberapa perusahaan eksportir yang masih menyelesaikan pengiriman. Perlu dilihat dalam satu tahun penuh,” kata Fitriana ditemui di Pendopo Parasamya, Kamis (21/8/2025).
Ihwal pengenaan tarif ekspor 19% untuk Indonesia, dia menerangkan kegiatan ekspor berjalan normal sebagaimana sebelumnya. Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan komoditas ekspor ke berbagai negara.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab adalah menggelar business matching dengan eksportir besar. Pengusaha yang ingin produknya diekspor bisa bergabung dengan eksportir besar itu.
Besarnya nilai ekspor selama ini didukung oleh komoditas sarung tangan sintetis, garmen, furniture, dan kerajinan. Fitriana sempat menyampaikan nilai ekspor selalu naik setiap tahunnya namun ada penurunan secara pertumbuhan atau peningkatan nilai atau volume barang dan jasa yang diekspor dari suatu negara ke negara lain dalam periode waktu tertentu.
“Beberapa teman eksportir mulai merambah pasar dalam negeri. Industri furniture begitu mulai masuk dalam negeri juga. Selera pasar dalam negeri dan luar juga beda. Prospek pengadaan barang dan jasa dari Pemerintah juga cukup besar,” katanya.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan PT. Mataram Tunggal Garment (MTG) menjadi salah satu perusahaan eksportir besar di Sleman. Tapi pasca kebakaraan yang terjadi tiga bulan lalu, kegiatan ekspor belum berjalan maksimal.
“Untungnya ada bagian dari pabrik yang tidak terbakar. Perusahaan juga menyewa beberapa tempat untuk memproduksi komoditas mereka,” kata Wulandari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.300 warga Sleman mendaftar sebagai agen Perlinsos untuk mendampingi layanan bantuan sosial digital berbasis IKD.
Terdakwa TPPU Andhi Nur Huda mengaku ada permintaan dana Rp21,5 miliar untuk Pilpres dalam sidang di Tipikor Semarang.
Pabrik penggilingan batu di Gunungkidul ditutup karena berdiri di tanah kas desa yang dilarang untuk aktivitas pertambangan.
Indonesia akan turun di 32 cabang olahraga Asian Games 2026 dengan 400 lebih atlet, persiapan difokuskan lewat program nasional.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Pemerintah dan marketplace sepakat menahan kenaikan biaya layanan demi menjaga UMKM tetap kompetitif di tengah integrasi sistem.