11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Nilai ekspor bermacam komoditas Sleman pada triwulan I-2025 mencapai 28,02 juta USD atau Rp456,26 miliar dengan kurs saat ini. Apabila membandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor kali ini merosot jauh.
Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman, Fitriana Nurhayati, mengatakan situasi perekonomian global yang tidak menentu menjadi sebab penurunan nilai ekspor itu. Padahal, nilai ekspor triwulan I-2024 mencapai 34,16 juta USD atau Rp556,22 miliar.
BACA JUGA: TPU Seyegan dan Madurejo Sudah Tampung 2.000 Jenazah
“Kami belum bisa menyimpulkan sebab penurunan kalau hanya dalam satu triwulan saja. Soalnya dalam periode satu tahun ada beberapa perusahaan eksportir yang masih menyelesaikan pengiriman. Perlu dilihat dalam satu tahun penuh,” kata Fitriana ditemui di Pendopo Parasamya, Kamis (21/8/2025).
Ihwal pengenaan tarif ekspor 19% untuk Indonesia, dia menerangkan kegiatan ekspor berjalan normal sebagaimana sebelumnya. Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan komoditas ekspor ke berbagai negara.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab adalah menggelar business matching dengan eksportir besar. Pengusaha yang ingin produknya diekspor bisa bergabung dengan eksportir besar itu.
Besarnya nilai ekspor selama ini didukung oleh komoditas sarung tangan sintetis, garmen, furniture, dan kerajinan. Fitriana sempat menyampaikan nilai ekspor selalu naik setiap tahunnya namun ada penurunan secara pertumbuhan atau peningkatan nilai atau volume barang dan jasa yang diekspor dari suatu negara ke negara lain dalam periode waktu tertentu.
“Beberapa teman eksportir mulai merambah pasar dalam negeri. Industri furniture begitu mulai masuk dalam negeri juga. Selera pasar dalam negeri dan luar juga beda. Prospek pengadaan barang dan jasa dari Pemerintah juga cukup besar,” katanya.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan PT. Mataram Tunggal Garment (MTG) menjadi salah satu perusahaan eksportir besar di Sleman. Tapi pasca kebakaraan yang terjadi tiga bulan lalu, kegiatan ekspor belum berjalan maksimal.
“Untungnya ada bagian dari pabrik yang tidak terbakar. Perusahaan juga menyewa beberapa tempat untuk memproduksi komoditas mereka,” kata Wulandari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.