Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Pasar Pakem, Sleman. - ist/Wikipedia
Harianjogja.com, SLEMAN—Perubahan lanskap ekonomi dan mobilitas wilayah mendorong pemerintah daerah memperkuat infrastruktur perdagangan rakyat agar tetap relevan dan kompetitif. Upaya ini kini diwujudkan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui rencana revitalisasi pasar tradisional, sebagaimana disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman.
Kepala Disperindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan revitalisasi akan menyasar Pasar Ngino di Kapanewon Seyegan, Pasar Kebonagung di Kapanewon Minggir, serta Pasar Pakem di Kapanewon Pakem. Program ini dirancang menggunakan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Di Sleman bagian barat akan ada Exit Tol. Kami siap menyambutnya dengan menyediakan pasar yang baik dan layak,” kata Mae Rusmi saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, revitalisasi pasar bukan sekadar pembenahan fisik, tetapi bagian dari respons terhadap dinamika pembangunan wilayah. Sleman bagian barat diproyeksikan menjadi simpul pergerakan baru seiring kehadiran akses tol, sementara wilayah utara terus dikembangkan sebagai kawasan pariwisata.
“Di Sleman utara, sektor pariwisata menjadi fokus. Penyediaan pasar yang representatif penting untuk mendukung ekosistem wisata,” ujarnya.
Meski demikian, jadwal pasti pelaksanaan revitalisasi belum ditetapkan. Saat ini, Disperindag Sleman baru mengajukan usulan penggunaan APBN.
Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, menambahkan bahwa pada 2026 juga akan ada program rehabilitasi sejumlah pasar tradisional. Namun, jumlah dan lokasi pasar yang akan direhabilitasi masih dalam tahap pembahasan internal.
“Masih proses. Kami akan ekspos dulu ke Bupati. Setelah ada persetujuan, baru bisa kami sampaikan secara terbuka,” kata Aris.
Pada awal 2026, Disperindag Sleman telah lebih dulu melakukan rehabilitasi di dua pasar tradisional, yakni Pasar Sambilegi dan Pasar Potrojayan. Perbaikan dilakukan menyusul kerusakan pada talang dan sejumlah bagian bangunan.
Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Purwoko Haryadi, menjelaskan Pasar Potrojayan mengalami kerusakan pada plafon musala. Plafon ambrol akibat hujan disertai angin yang membawa daun ke atap, lalu menyumbat talang air.
“Air tidak mengalir dan akhirnya merembes ke dalam bangunan,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Sambilegi. Talang air yang meluap membuat genangan di area tlasaran di bawahnya, sehingga memerlukan penanganan segera.
Melalui rangkaian revitalisasi dan rehabilitasi ini, Pemkab Sleman berharap pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi rakyat yang aman, nyaman, dan mampu bersaing di tengah perubahan pola mobilitas dan pertumbuhan kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.