Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, DIY mencatat ada 181 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari sampai dengan Maret ini, dua di antaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Gunung Kidul Diah Prasetyorini di Gunungkidul, Senin (21/3/2022), mengatakan adapun kasus demam berdarah dengue (DBD) setiap bulannya, yakni Januari 133 kasus, Februari 39 kasus dan Maret 9 kasus.
"Jadi selama 3 bulan ini sementara mencapai 181 kasus [DBD]. Dari jumlah tersebut, ada dua kasus yang berujung hingga meninggal dunia. Kedua kasus itu muncul pada bulan yang berbeda," kata Diah.
Ia mengatakan jumlah tersebut hampir menyamai total kasus meninggal akibat DBD pada 2021. Di mana pada 2021 total ada tiga orang yang meninggal. Saat ini tren kasus DBD di Gunung Kidul sudah mengalami penurunan. Pada periode Januari-Maret 2021 lebih rendah dibanding periode tersebut di 2022.
BACA JUGA: DIY Berpotensi Turun ke PPKM Level 3, Sultan: Level 3 atau 4 Podo Wae.
"Pada 2021 lebih rendah dari 2022, di bulan yang sama, Januari, Februari dan Maret," katanya.
Diah memprediksi jumlah kasus DBD tahun ini bisa melebihi tahun lalu. Memasuki tiga bulan awal saja sudah ada 181 kasus, sedangkan 2021 total ada 189 kasus DBD.
Menurutnya, tingginya kasus DBD pada awal tahun ini karena masih minimnya kesadaran masyarakat akan dalam upaya pencegahan, khususnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta pemantauan jentik. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat agar secara berkala membersihkan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD.
"Kalau DBD lebih ke PSN dan kesadaran untuk melaksanakan gerakan satu rumah satu pemantauan jentik berkala secara mandiri [Jumantik[," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sosialisasi gerakan PSN dan satu rumah satu jumantik gencar dilakukan ke lapisan masyarakat. Menurutnya, saat ini yang diperlukan adalah peran aktif masyarakat.
"Kami sudah gencarkan sosialisasi terkait pencegahan DBD, tapi kembali lagi masyarakat harus ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD. Karena upaya penanggulangan sangat membutuhkan partisipasi masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Perpanjang SIM di Jogja Agustus 2026 bisa lewat SIM Keliling dan Drive Thru. Cek jadwal, lokasi, syarat, serta biaya perpanjangannya.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.