Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, DIY mencatat ada 181 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari sampai dengan Maret ini, dua di antaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Gunung Kidul Diah Prasetyorini di Gunungkidul, Senin (21/3/2022), mengatakan adapun kasus demam berdarah dengue (DBD) setiap bulannya, yakni Januari 133 kasus, Februari 39 kasus dan Maret 9 kasus.
"Jadi selama 3 bulan ini sementara mencapai 181 kasus [DBD]. Dari jumlah tersebut, ada dua kasus yang berujung hingga meninggal dunia. Kedua kasus itu muncul pada bulan yang berbeda," kata Diah.
Ia mengatakan jumlah tersebut hampir menyamai total kasus meninggal akibat DBD pada 2021. Di mana pada 2021 total ada tiga orang yang meninggal. Saat ini tren kasus DBD di Gunung Kidul sudah mengalami penurunan. Pada periode Januari-Maret 2021 lebih rendah dibanding periode tersebut di 2022.
BACA JUGA: DIY Berpotensi Turun ke PPKM Level 3, Sultan: Level 3 atau 4 Podo Wae.
"Pada 2021 lebih rendah dari 2022, di bulan yang sama, Januari, Februari dan Maret," katanya.
Diah memprediksi jumlah kasus DBD tahun ini bisa melebihi tahun lalu. Memasuki tiga bulan awal saja sudah ada 181 kasus, sedangkan 2021 total ada 189 kasus DBD.
Menurutnya, tingginya kasus DBD pada awal tahun ini karena masih minimnya kesadaran masyarakat akan dalam upaya pencegahan, khususnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta pemantauan jentik. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat agar secara berkala membersihkan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD.
"Kalau DBD lebih ke PSN dan kesadaran untuk melaksanakan gerakan satu rumah satu pemantauan jentik berkala secara mandiri [Jumantik[," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sosialisasi gerakan PSN dan satu rumah satu jumantik gencar dilakukan ke lapisan masyarakat. Menurutnya, saat ini yang diperlukan adalah peran aktif masyarakat.
"Kami sudah gencarkan sosialisasi terkait pencegahan DBD, tapi kembali lagi masyarakat harus ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD. Karena upaya penanggulangan sangat membutuhkan partisipasi masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Kemenkes mencatat 2.365 warga masih dipasung akibat gangguan jiwa. Sementara itu, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan.
Kemenhaj mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan. Calon jemaah umrah diminta mengecek jadwal dan berkoordinasi dengan PPIU.
Pemkab Banyumas menggelar Salat Istisqa di tengah kekeringan. BPBD mengerahkan enam armada tangki air untuk membantu warga terdampak.
CEO Microsoft Satya Nadella mengusulkan mekanisme darurat untuk menghentikan model AI, disertai audit independen dan transparansi sistem.
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.