Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta pada saat berlari dari Kalurahan Kwarasan Nglipar menuju Waterbyur di Kalurahan Ponjong, Ponjong. Jumat (24/6/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta lari 25 kilometer untuk me-launching Gerakan Olahraga Menuju Masyarakat Sejahtera (Gelora Mastra), Jumat (24/6/2022) pagi. Sunaryanta dari rumahnya di Kwarasan, Nglipar menuju destinasi wisata Waterbyur di Kalurahan Ponjong, Ponjong.
“Launcing gerakan olahraga menuju masyarakat sejahtera saya awali dengan berlari dari rumah hingga tempat ini,” kata Sunaryanta melalui keterangan tertulis, Jumat.
BACA JUGA: Melerai Perkelahian, Lurah Timbulharjo Bantul Dipukuli Hingga Berdarah & Dioperasi
Dia menjelaskan olahraga merupakan komponen penting dalam membentuk jiwa yang sehat. Sunaryanta mengakui kesehatan sangat penting karena untuk mewujudkan pembangunan harus dimulai dengan jiwa yang sehat.
“Selaras dengan semangat program tersebut yaitu membuat masyarakat sehat. Masyarakat yang sehat akan membuat hidup sejahtera,” paparnya.
Menurut dia, lari menjadi agenda rutin yang tak bisa ditinggalkan. Dia selalu terus mengajak masyarakat untuk berolahraga. Selain menjaga kesehatan, efek dari olahraga yang rutin akan menyehatkan jiwa dan akan berdampak pada konidisi tubuh yang selalu siap untuk berkerja
Dia mencontohkan, olahraga bukan hanya lari karena bisa melalui sepeda maupun gerakan senam.
“Kegiatan olahraga bareng ini akan saya laksanakan di seluruh kapanewon di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: Jalan Menuju TPST Piyungan Memprihatinkan, Rusak karena Dilalui Truk Sampah hingga Tambang Batu
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mendukung Gerakan Olahraga Menuju Masyarakat Sejahtera yang diresmikan oleh bupati. Menurut dia, peresemian di Ponjong dapat direplikasi di kapanewon lain sehingga masyarakat gemar olahraga bisa benar-benar diwujudkan.
“Kami akan mendorong masyarakat untuk terus melakukan olahraga bersama. Entah apa kegiatanya wajib untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.