Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Ilustrasi pemeriksaan PMK./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mendata ratusan sapi yang menjadi prioritas mendapatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di tahap pertama.
Rencananya, penyuntikan vaksin dilaksanakan mulai awal Juli mendatang.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, sudah mengambil jatah vaksinasi PMK sebanyak 500 dosis.
Dia tidak menampik, jumlah ini belum mencukupi untuk memvaksin seluruh sasaran ternak yang mencapai 79.000 ekor.
“Makanya kami data yang mendapatkan di tahap awal. Sekarang tim dari pusat kesehatan hewan sedang mendata di lapangan,” kata Wibawanti, Minggu (26/6/2022).
Menurut dia, vaksinasi dilaksankaan pada Minggu (3/7/2022). Sesuai dengan sasaran, pemberian vaksin untuk sapi yang dinyatakan benar-benar sehat.
“Kalau sakit harus diobati dulu sehingga tidak masuk dalam prioritas,” katanya.
Sementara terkait dengan situasi PMK di Gunungkidul sejauh ini, dia mengatakan angka suspect sudah mencapai 511 ternak. Sebanyak 51 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.
“Kalau yang diuji lab ada 22 sampel, selebihnya tidak diuji lagi karena mengalami gejala klinis yang sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Siswa MAN 2 Bantul meraih golden ticket IPB berkat Hydrotani Wall, inovasi hidroponik vertikal dengan memanfaatkan air hujan.
Soundrenaline Sana Sini Yogyakarta menghadirkan musisi lintas genre dan kolaborasi khusus. Colorcode tampil dengan konsep mini orkestra.
Danantara Indonesia menegaskan tidak mengalokasikan dana sponsorship TIME100 Next 2026. Pencantuman logo terkait penjajakan kerja sama non-finansial.
SV UGM menggelar SNNT 2026 dengan mendorong percepatan hilirisasi riset dosen, penguatan inovasi, dan kolaborasi strategis dengan industri.