Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5/2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri geelombang kedua dengan memulangkan 347 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19)./ ANTARA FOTO-Lutfi Andaru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 30 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) akan berangkat bekerja ke luar negeri.
Adapun negara tujuan tidak hanya kawasan Asia, tapi juga sampai ke Eropa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, Pandemi menyebabkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhenti.
Akan tetapi mulai tahun ini kembali dibuka peluang untuk bekerja di luar negeri.
Dia menjelaskan, hingga akhir Juni ini sudah ada 30 warga Gunungkidul yang menjadi CPMI dan siap diberangkatkan ke berbagai negara tujuan.
Meski demikian, pihaknya tidak mengurusi secara langsung pemberangkatan karena kewenangan berada di perusahaan serta diakomodasi oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Tugas kami memberikan rekomendasi kepada CPMI dalam proses pengurusan paspor maupun keperluan visa selama bekerja di Negara tujuan. Selama dua tahun [selama pandemi] kami tidak mengeluarkan rekomendasi untuk bekerja di luar negeri,” kata Kelik, Minggu (26/6/2022).
Rencana keberangkatan juga belum diketahui pasti. Kelik berpendapat kebutuhan akomodasi membutuhkan proses dan pemberangkatan butuh waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
Di saat sudah bekerja di luar negeri, dia berjanji akan terus memantau terkait dengan kondisi PMI Gunungkidul.
Selain melalui perusahaan tempat bekerja, juga ada upaya pengawasan melalui BP2MI. “Tentunya juga sudah ada seleksi terkait dengan dengan perusahan dalam kategori yang baik sehingga potensi penelantaran bisa makin dihilangkan,” katanya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Asih Wulandari. Menurut dia, upaya pengawasan akan terus dilakukan karena bagian dari tugas pokok dan fungsi yang dimiliki.
Dia menjelaskan, bekerja di luar negeri menjadi salah satu pilihan. Hal ini diketahui adanya warga yang berminat menjadi PMI atau dulu dikenal dengan istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Berdasarkan data yang ada, Asih mengakui ada beberapa tujuan Negara favorit. Selain kawasan Asia Tenggara, Jepang dan Taiwan menjadi lokasi penempatan kerja bagi CPMI asal Gunungkidul.
“Tetapi ada juga yang ke Eropa. Tahun ini ada satu CPMI asal Kapanewon Wonosari yang akan berangkat ke Malta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.