Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus Covid-19 di Sleman mulai merangkak naik. Saat ini, kasus aktif Covid-19 di Sleman tembus 42 kasus. Masyarakat diingatkan kembali untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan saat ini kasus aktif di Sleman pada akhir pekan kemarin tercatat 42 kasus. Lima kasus dirawat di rumah sakit dan sisanya 37 kasus menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. "Peningkatan kasus ini perlu diwaspadai masyarakat. Selain protokol kesehatan, yang belum divaksin Covid-19 silahkan vaksin," katanya, Senin (27/6/2022).
Potensi kenaikan kasus, lanjut Makwan masih bisa terjadi mengingat sejumlah momentum yang akan dihadapi masyarakat. Selain libur sekolah, dalam waktu dekat masyarakat akan merayakan Iduladha. Selain itu, masih ada pelaksaan kuliah tatap muka dengan kedatangan mahasiswa-mahasiswa baru.
"Untuk itulah, kami tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap menaati prokes agar kasus aktif tidak terus bertambah," katanya.
BACA JUGA: Viral Perempuan Heran dengan Kebiasaan Orang Jogja, Selalu Pakai Utara Selatan
Makwan mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Pemkab Sleman tetap mempertahankan keberadaan Gedung Isolasi Terpusat (Isoter) Covid-19 di Rusunawa Gemawang. Hal ini dilakukan bila ada kasus mahasiswa dari luar daerah yang membutuhkan Isoman.
"Kalau warga biasanya sudah bisa Isoman di rumah. Warga sudah pandai untuk mengantisipasi penularan. Kalau mahasiswa yang indekos bisa jadi membutuhkan Isoter," katanya.
Berdasarkan dana Satgas Covid-19 Sleman jumlah kasus aktif Covid-19 pada 17 Juni tercatat hanya 15 kasus. Selama 10 hari terakhir, angkanya terus bergerak tembus hingga 40 kasus. Adapun capaian vaksinasi Covid-19 per 22 Juni untuk booster baru menyentuh 37,17%, dosis kedua 94,0% dan dosis pertama 101,2%. "Peningkatan booster terus berjalan dan masih berjalan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati.
Yuli mengatakan, Dinkes terus mengantisipasi dan melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 varian BA.4 dan BA.5. Selain tetap mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prokes, Dinkes juga terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi booster. "Kami juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan baik dan benar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.