Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto (kanan) mendampingi dokter hewan menyuntikan vaksin PMK di kandang Kelompok Ternak Pandanmulyo, Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Rabu (29/6/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL--Pemda DIY mendapat alokasi vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sebanyak 4.800 dosis. Dari jumlah tersebut Bantul mendapatkan jatah sebanyak 300 dosis, padahal total ternak sapi dan domba yang terpapar PMK mencapai ribuan ekor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan dan Pertanian (DKPP) Joko Waluyo mengatakan 300 dosis untuk hewan ternak masih jauh dari kebutuhan, tetapi karena jumlah dosis terbatas sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Rencananya 300 dosis tersebut akan disuntikan pada sapi yang ada di wilayah kapanewon yang masih masuk zona hijau.
“Untuk vaksin memang kami prioritaskan terlebih dahulu di wilayah Bantul barat yang masih aman dari wabah PMK,” kata Joko Waluyo, dalam acara peluncuran vaksin PMK di Kelompok Ternak Pandanmulyo, Dusun Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, Rabu (29/6/2022).
BACA JUGA: 5.000 Bibit Mangrove Hijaukan di Pantai Baros
Sejumlah kapanewon yang masuk zona hijau di Bantul barat tersebut adalah Kapanewon Pajangan, Kasihan, Srandakan, Sanden, dan Pandak. Sementara jumlah hewan ternak yang terkena wabah PMK sejak Mei sampai akhir Juni ini sebanyak 2.242 ekor yang terdiri dari sapi dan domba. Dari jumlah tersebut 11 ekor mati, 57 dipotong paksa, dan 386 ekor dinyatakan sembuh.
Hewan ternak yang terkena PMK tersebut terbanyak di wilayah Kapanewon Pleret, Piyungan, Banguntapan, Jetis, Pundong Imogiri, dan Kretek. Dengan demikian tujuh kapanewon tersebut pun dinyatakan sebagai zona merah wabah PMK.
“Harapan kami 300 dosis ini dipercepat agar ternak yang belum kena PMK jangan sampai berkembang di Bantul barat,” ujar Joko Waluyo.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto yang hadir dalam kesempatan peluncuran vaksinasi PMK tersebut mengakui jumlah vaksin yang diperoleh dari Kementerian Pertanian terbatas, hanya 4.800 dosis pada tahap pertama ini. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan vaksin kembali di tahap berikutnya.
Untuk vaksin PMK tahap pertama ini, kata Sugeng, sementara diperioritaskan untuk sapi perah di wilayah Sleman. “Bantul dengan berbagai pertimbangan baru dapat alokasi 300 dosis. Arahan dari pak Menteri untuk vaksin memang dikhususkan terlebih dahulu sapi perah karena sapi perah biasanya dipelihara dalam jangka panjang, kalau sapi potong kalau wangun langsung dipotong apalagi menjelang Iduladha ini,” ujar Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.