Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Bantul, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bantul terus merebak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat 1.894 ternak yang terpapar PMK. Dari jumlah tersebut, enam ternak mati.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan ternak yang mati sebagian besar adalah domba dan sudah dikubur oleh pemiliknya. Sementara, ternak yang sembuh sebanyak 210 ekor.
BACA JUGA: Melerai Perkelahian, Lurah Timbulharjo Bantul Dipukuli Hingga Berdarah & Dioperasi
“Data terbaru ada 210 ternak di Bantul yang sembuh dari PMK, mayoritas sapi dengan jumlah 191 ekor dan domba 19 ekor,” kata Joko, Jumat (24/6/2022).
Joko mengatakan ternak sembuh dari PMK setelah dirawat dan diberi obat-obatan oleh dokter hewan di masing-masing kapanewon. Ternak yang terinfeksi PMK diisolasi dan diberi vitamin.
Sebagian besar hewan yang terserang PMK adalah dari luar Bantul. Menurut Joko, sebenarnya tidak ada obat untuk PMK, karena jenis penyakit tersebut adalah virus, sehingga pengobatan yang dilakukan adalah hanya untuk mengurangi gejala.
“PMK itu virus tak ada obatnya, obat hanya untuk kurangi gejala. Ada vitamin dan antibiotik untuk mengurangi panasnya dan mengeringkan lukanya, dan menambah nafsu makan,” ucap Joko.
Ketersediaan vaksin sudah menipis dan tidak bisa diberikan kepada semua ternak yang terserang PMK. DKPP masih menunggu vaksin dari Pemerintah Pusat.
Ia mengaku sudah mengajukan vaksin sejak dua pekan lalu. Menurut informasi yang dia peroleh, vaksin dari Pemerintah Pusat sudah datang di Pemda DIY. “Kami masih menunggu berapa jatah vaksin yang diperoleh untuk Bantul,” katanya.
Sementara jumlah vaksin yang dia ajukan sebanyak 72.900 sesuai dengan jumlah populasi sapi di Bumi Projotamansari.
BACA JUGA: Jalan Menuju TPST Piyungan Memprihatinkan, Rusak karena Dilalui Truk Sampah hingga Tambang Batu
Joko mengatakan dari jumlah ternak yang terserang PMK, 19 ekor sudah dipotong paksa oleh jagal atau pemiliknya. Ia berujar ternak yang terserang PMK dagingnya masih aman untuk dikonsumsi. Sebab PMK bukan zoonosis atau penyakit hewan yang menular ke manusia. Hanya bagian kepala, jeroan, dan kaki tidak diperkenankan untuk dikonsumsi demi keamanan. Bagian tubuh tersebut harus dibuang dan dikubur.
Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis meminta DKPP mengawasi ketat lalu lintas hewan ternak dari luar Bantul untuk menekan wabah PMK. Ia juga berharap peternak sapi dan kambing di Bantul tidak menjual hewannya ke luar daerah untuk mencukupi kebutuhan hewan kurban pada Iduladha mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
TMMD Reguler ke-130 di Sendangsari, Bantul, merenovasi lima RTLH dan membangun infrastruktur untuk memperlancar akses warga serta distribusi hasil panen.
Gunung Anak Krakatau tercatat 31 kali erupsi pada Oktober 2026. Meski tiga hari tanpa letusan, statusnya masih Level III atau Siaga.
Kemenhub memantau dampak insiden keamanan Riyadh terhadap penerbangan internasional. Penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi masih normal.
PBB mendesak penyelidikan serangan berulang di Bandara Internasional Riyadh yang dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai 320 lainnya.
Disdikpora DIY menunggu aturan resmi soal wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 dan menekankan penilaian objektif serta pendampingan belajar.