Liburan Hemat ke Pantai Jogja, Ini Rute dan Jadwal Bus KSPN
Bus KSPN Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp12.000. Cek jadwal dan rute ke Pantai Drini, Parangtritis, dan Obelix.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman belum memutuskan untuk me-regrouping atau menggabungkan sekolah-sekolah yang kekurangan siswa di wilayah ini. Alasannya, meregrouping satu sekolah dengan sekolah lainnya bukan perkara mudah.
Sekretaris Disdik Sleman Sri Adi Maryanto menegaskan hingga saat ini Disdik belum memutuskan opsi meregrouping sekolah-sekolah yang kekurangan siswa. Menurutnya, keputusan untuk me-regrouping suatu sekolah membutuhkan banyak pertimbang matang. "Jadi belum ada keputusan soal regrouping sekolah. Masih butuh kajian dan kami akan kaji nanti setelah Kepala Disdik [Ery Widaryana] pulang dari haji," katanya kepada Harian Jogja, Senin (4/7/2022).
Sri juga membantah kabar rencana regrouping antara SDN Banyurejo 1 dan SDN Banyurejo 4, Tempel. Meski diakuinya ada beberapa kali pertemuan, namun hal itu tidak membahas soal regrouping kedua sekolah tersebut. "Memang ada wacana (regrouping) itu, cuma bukan terkait dengan PPDB (penerimaan peserta didik baru) tetapi karena dampak pembangunan tol Jogja-Bawen," katanya.
Dia menjelaskan, SDN Banyurejo 1 salah satu sekolah di Sleman yang terdampak pembangunan tol Jogja-Bawen. Dikarenakan terdampak pembangunan jalan tol, maka gedung sekolah yang saat ini digunakan akan dibongkar. "Dan akan dibangun kembali oleh pemerintah pusat. Tentu sebelum dibangun membutuhkan lahan. Nah pertemuan-pertemuan yang dilakukan itu terkait dengan masalah itu, jadi bukan karena PPDB," ujarnya.
BACA JUGA: Tagar Aksi Cepat Tilap Viral di Twitter, Ini Profil dan Struktur ACT
Sekadar diketahui, sebanyak 23 sekolah dasar negeri di Kabupaten Sleman, kekurangan calon siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru ini. Jumlah pendaftar di masing-masing sekolah itu, jumlahnya kurang dari 10 orang. Minimnya calon siswa berusia SD di sekitar sekolah itu, sehingga jumlah pendaftar memang minim.
Sejumlah SDN di Sleman yang kekurangan pendaftar, mayoritas berada di wilayah perbatasan. Untuk 23 SDN di Sleman yang kekurangan siswa, tersebar di sembilan kapanewon, di antaranya Cangkringan, Pakem, Prambanan, Minggir, Moyudan, Seyegan, Gamping, Mlati dan Depok.
Kepala SDN Nolobangsan, Gowok, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sri Dentari Dwi Maryuni mengakui masalah regrouping dua sekolah bukan perkara mudah. Hal itu salah satunya menyangkut nasib pengajar sekolah yang digabung. "Ya itu salah satu persoalannya. Namun kami tetap mengikuti kebijakan Dinas, sebab kebijakan dinas tentu melalui berbagai kajian," katanya.
Diakuinya, rencana regrouping SDN Nolobangsan pernah keluar sejak 2016 lalu lantaran sekolah tersebut sejak itu hanya menerima beberapa siswa baru. Namun hingga 2022 ini, rencana regrouping masih menjadi wacana. "Tahun ini, kami menerima sejumlah empat siswa baru dari 28 rombel. Kalau tahun lalu, kami hanya menerima 11 siswa baru," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus KSPN Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp12.000. Cek jadwal dan rute ke Pantai Drini, Parangtritis, dan Obelix.
Fenomena embun upas kembali muncul di Dieng dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah.
Nama Kepala Diskominfo Kulonprogo Bambang Sutrisna dicatut pelaku melalui WhatsApp. ASN dan masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan.
Bangkai pesawat kargo Boeing 737-400 yang hilang di Laut Arab ditemukan setelah operasi pencarian 12 jam. Pencarian lima awak masih berlanjut.
Erick Thohir memastikan klub di Indonesia tak punya alasan menolak pemanggilan Timnas usai jadwal Super League 2026/2027 diundur.
Polri membekukan dua ruangan di de'Clan Signature dan money changer usai penggeledahan kasus korupsi serta TPPU, menyita hampir Rp60 miliar.