Gendhis Siswi SMPN 1 Kalasan Sabet Emas di Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Ilustrasi sekolah/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul berencana menggabung atau regrouping sekolah yang kekurangan murid atau siswa dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, terutama sekolah dasar atau SD. Keberhasilan program keluarga berencana (KB) dianggap turut andil menyebabkan sekolah di Bantul kekurangan siswa.
Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan ada puluhan SD di Bantul yang kekurangan murid. Semestinya dalam satu rombongan belajar (rombel) terdapat 28 murid dalam satu kelas. Sementara, sejumlah SD hanya punya murid tak sampai 10.
BACA JUGA: Punya Naskah Buku Siap Terbit? Perpusnas Siap Terbitkan secara Cuma-Cuma
“Ada puluhan SD kekurangan murid, kuota kurang dari 10 [siswa], ada 4 [siswa], 5, 6, 7 [siswa],” kata Isdarmoko, Kamis (23/6/2022).
Menurutnya, kekurangan siswa pada SD tersebut, salah satunya karena keberhasilan program keluarga berencana (KB) yang membatasi jumlah anak maksimal dua anak.
SD-SD yang kekurangan murid tersebut, kata Isdarmoko, kemungkinan akan digabung dengan SD lainnya atau regrouping. Ia menatakan regrouping sekolah sudah banyak terjadi pada waktu Bantul dipimpin Idham Samawi.
Saat ini jawatannya juga harus memikirkan untuk regrouping karena ada lebih dari 20 SD yang kekurangan murid dari 281 SD negeri.
“Program [regrouping] ini masih pemetaan, kami koordinasikan ke kepala daerah untuk efektifitas, efisiensi, dan juga peningkatan kualitas mutu,” katanya.
Menurut Isdarmoko, regrouping menjadi pilihan tepat bagi sekolah yang kekurangan siswa, terlebih dalam dalam satu kelas ada lima murid. Jika dikalikan enam kelas, jumlah murid hanya ada 30 murid atau di bawah 50.
BACA JUGA: Profil Michael Krmencik, Striker Langganan Timnas Republik Cheska yang Jadi Pemain Anyar Persija
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan, Suratman, mengatakan regrouping sekolah yang kekurangan siswa merupakan kebijakan yang paling bagus.
“Namun perlu sosialisasi jauh-jauh hari agar tidak terjadi gejolak di tengah warga sekitar lingkungan sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.
Mobil listrik bekas China mulai menguasai celah pasar Eropa. Penjualannya tumbuh 280% dengan harga unit tertentu 40% lebih murah.
Kenali 11 ciri yang dikaitkan dengan kecerdasan, mulai dari empati dan kemampuan beradaptasi hingga rasa ingin tahu dan introspeksi.
Timnas Inggris U-15 meninggalkan lapangan saat melawan Irlandia setelah melaporkan dugaan rasisme. FIFA mengumpulkan laporan untuk penyelidikan.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.