Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Rektor UII Fathul Wahid saat menyerahkan ijazah dalam pelantikan lulusan program profesi arsitek UII, Kamis (7/7/2022). /Ist-uii.
Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi pelopor pembukaan Program Profesi Arsitektur (PPAr) sejak lima tahun terakhir di tengah minimnya prodi jenis ini dari ribuan perguruan tinggi di Indonesia. Setiap tahun mampu menghasilkan rata-rata sekitar 40 orang lulusan.
Ketua Prodi Profesi Arsitek UII Ahmad Syarifudin Muttaqi menjelaskan sejak membuka pendidikan profesi ini telah meluluskan sebanyak 166 arsitek muda. Angka ini menunjukkan rata-rata per tahun sebanyak 41 lulusan, yang berasal dari 135 lulusan Sarjana Arsitektur atau 30% memilih mengembangkan diri menjadi arsitek.
"Persentase ini patut disyukuri karena di atas rata-rata pilihan para lulusan sekolah arsitektur yang menjadi Arsitek hanya kurang dari 25 persen. Semoga ini merupakan indikator positif bertumbuhnya profesi arsitek yang semakin dihargai oleh masyarakat, pemangku kepentingan dan bangsa ini," katanya dalam rilisnya, Jumat (8/7/2022).
Baca juga: USY-BOX, Alat dari UII untuk Deteksi Urin dengan Kamera
Ia menambahkan pelantikan dan sumpah profesi lulusan sebanyak 14 orang digelar pada Kamis (7/7/2022). Mereka telah melalui proses panjang mulai dari pemagangan dilakukan di perusahaan konsultan perencana dan perusahaan developer anggota REI yang secara akumulatif selama 2,5 bulan. Dalam membangun sense of crisis, mahasiswa belajar sekaligus berkontribusi nyata di masyarakat, dengan mengerjakan bersama rumah sakit lapangan untuk menghadapi kasus kelangkaan layanan kesehatan akibat pandemi.
"Dalam proyek tersebut, mereka mendapat kesempatan mentoring bersama arsitek profesional anggota IAI dari Jakarta, Bandung, Banten, Semarang dan Surabaya. Hasilnya dikontribusikan kepada masyarakat," katanya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur Indonesia Yulianto Purwono menyatakan Program Profesi Arsitek UII bersama empat perguruan tinggi lainnya di Indonesia menjadi pelopor pendidikan arsitektur lima tahun saat ini. Tahun 2022 ini, ada PT sudah bergegas dan berproses mengajukan ijin untuk membuka PPAr dan empat PT yang lain siap mengirimkan borang persyaratan pembukaan PPAr.
"Dari 141 PT anggota Aptari dan 170 PT yang mempunyai prodi arsitektur, jumlah ini masih relatif sedikit, apalagi sebarannya belum merata di wilayah Indonesia," ujarnya.
Namun dari jumlah lulusannya, di wilayah Asean hasil ini yang terbesar. Hal ini yang terus didiskusikan intensif dan produktif di forum ASEAN Architect Council (AAC) dan ASEAN Architecture Education Committee (AAEC) secara periodik di konsorsium CCS ASEAN.
"Keteguhan dan ketabahan 5 PT [salah satunya UII] yang mempunyai PPAr selama ini, turut menginspirasi dan menginisiasi APTARI untuk mengawali pembentukan IAAB atau Indonesia Architectural Accrediting Board tahun ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.