Advertisement

Libatkan Universitas di Eropa, 7 Kampus Pelopori Sekolah Calon Pemimpin Perguruan Tinggi

Sunartono
Selasa, 12 Juli 2022 - 16:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Libatkan Universitas di Eropa, 7 Kampus Pelopori Sekolah Calon Pemimpin Perguruan Tinggi Rektor UII Profesor Fathul Wahid (tengah) dalam kegiatan Pilot of Staff Training Workshop for Leadership Management Development Program (LMDP) yang merupakan rangkaian sekolah calon pemimpin perguruan tinggi, Senin (11/7/2022). - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak tujuh kampus dari sejumlah kota di Indonesia mempelopori adanya sekolah calon pemimpin perguruan tinggi. Program kolaborasi dengan tiga kampus asing ini bertujuan untuk mencetak calon pemimpin kampus yang memiliki kemampuan global. Mengingat selama ini belum ada kampus yang secara khusus mempersiapkan calon pemimpinnya.

Proyek ini diberi nama Indonesia Higher Education Leadership (iHiLEAD) didukung oleh Erasmus+ Capacity Building in the filed og Higher Education (CBHE). Kampus ini digawangi Universitas Islam Indonesia (UII), kemudian enam lainnya adalah UAD, Universitas Brawijaya, Unviversitas Negeri Semarang, STIE Malangkucecwara dan Universitas Presiden. Adapun perguruan tinggi asing yang terlibat terdiri atas University of Gloucestershier di United Kingdom, International School and Business Studies di Slovenia dan University of Granada di Spanyol.

Sebagai langkah awal mencetak calon pemimpin perguruan tinggi, konsorsium ini telah membuat modul sebagai kurikulum. Modul itu kemudian diimplementasikan melalui uji coba Pilot of Staff Training Workshop for Leadership Management Development Program (LMDP) di UII sejak 11-15 Juli 2022.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: UII Bakal Buka Kampus Baru, Kota Ini Jadi Calon Lokasinya

“Konsorsium ini dibangun sejak 2021 melibatkan sejumlah perguruan tinggi dari Eropa. Kami mengembangkan sekolah kepemimpinan untuk calon pemimpin kampus. Sasaran dari modul ini tidak hanya untuk dosen namun juga tenaga kependidikan. Kami berharap dengan melibatkan kampus Eropa ini, calon pemimpin kampus memiliki wawasan global,” kata Rektor UII Profesor Fathul Wahid dalam rilisnya, Selasa (12/7/2022).

Director of Master of Arts Higher Education Leadership and Management, University of Gloucestershire, United Kingdom David Dawson menambahkan konsorsium ini sebagai salah satu program pembelajaran kolaborasi terbaik di dunia untuk kategori sekolah calon pemimpin kampus. Para peserta akan menghasilkan calon pemimpin kampus dengan memiliki wawasan global karena secara intens bisa saling bertukar pikiran terkait kepemimpinan kampus di banyak negara. Ia berharap masih ada kampus lain yang bergabung ke depannya sehingga upaya perubahan ke arah pendidikan tinggi bisa dilakukan secara bersama-sama.

“Karena era saat ini kita butuh pemimpin kampus yang memiliki kemampuan untuk mampu beradaptasi dan melakukan perubahan. Memang perguruan tinggi anggota ini sudah bagus, tetapi lewat kelompok ini kita harapkan menjadi lebih berkembang lagi. Tujuan utama kita agar pemimpin PT mampu memberikan dampak besar bagi kualitas pendidikan termasuk di Indonesia,” katanya

Project Leader Erasmus+ iHiLead UII Ilya Fadjar Maharika menyatakan sebenarnya Kemenristekdikti sudah memiliki program Sekolah Rektor, akan tetapi melalui konsorsium Erasmus ini nantinya akan lebih spesifik upaya pembekalan bagi calon pemimpin. Bahkan konsorsium ini sedang berproses menuju kelembagaan independen bernama Perkumpulan Pengelola Pendidikan Kepemimpinan PT Indonesia.

“Sudah ada komunikasi untuk mempresentasikan kurikulum yang kita rancang bersama, kemungkinan diadopsi menjadi kurikulum nasional atau seperti apa tentu sangat terkait dengan kebijakan di Kementerian,” ucapnya.

Advertisement

Pertama Kali di Indonesia

Program sekolah calon pemimpin perguruan tinggi ini bisa disebut pertama kalinya di Indonesia. Karena selama ini pemimpin setiap perguruan tinggi memang sejak awal tidak disiapkan melalui sekolah untuk jadi pemimpin. Mereka semua berawal menjadi dosen yang kemudian secara perlahan terpilih menjadi pemimpin termasuk rektor.

“Program ini menjadi media untuk memastikan itu peningkatan kualitas kepemimpinan yang pada akhirnya menjadikan perguruan tinggi lebih terkelola lebih baik, akan menghasilkan kualitas pembelajaran lebih baik,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dijual Segera, Kerangka Dinosourus Usia 150 Tahun untuk Ruang Tamu

News
| Senin, 26 September 2022, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement