DIY Perkuat Layanan Clubfoot, Pendampingan hingga Jaminan Kesehatan
DIY dan YAKKUM memperingati Hari Clubfoot Sedunia 2026 dengan memperluas layanan kaki pengkor, edukasi keluarga, dan wisuda metode Ponseti.
Salah satu lulusan UII yang membangun start up dengan produk alat masak yang dapat mengurangi kadar gula. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA-- Tren mahasiswa dan lulusan sarjana untuk menjadi enterpreneur kian meningkat terutama di bidang start up berbasis teknologi. Salah satunya tren itu terjadi pada lulusan Universitas Islam Indonesia (UII).
Direktur Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh Arif Wismadi menyatakan keberadaan event growth festival digelar setiap tahun mampu memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha. Event ini menampilkan banyak karya wirausaha mahasiswa dan alumni. Selama beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan persentase lulusan yang berwirausaha. Jika sebelumnya hanya di angka 4% saja dari total 5.000 hingga 6.000 lulusan yang berwirausaha, tetapi pada 2022 ini meningkat menjadi 14,9%.
"Persentase lulusan untuk menjadi wirausaha sudah melampaui target yang ditetapkan Kemenko UKM yaitu 10 persen dari lulusan, tetapi UII bisa lebih dari angka tersebut," katanya Wismadi dalam rilisnya, Kamis (14/7/2022).
BACA JUGA: Bisa Nikmati Keindahan Pansela Jogja, Rest Area di Puncak Kelok 18 Bakal Jadi Favorit Wisatawan
Ia mengatakan kampus menyediakan dana stimulan untuk pembukaan wirausaha sekitar Rp1 miliar. Para mahasiswa mengembangkan bisnis salah satunya start up berbasis teknologi. Di luar itu melalui stimulan tersebut, melalui sejumlah program yang digulirkan pemerintah dan swasta, kelompok mahasiswa juga mendapatkan hibah.
"Sekitar Rp3 miliar per tahun kami gulirkan untuk mahasiswa, agar mereka menjadi enterpreneur," ujarnya.
Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan persentase wirausaha mahasiswa itu didapatkan melalui tracer studi dengan menghubungi lulusan dan mewawancarai terkait pekerjaan. Sehingga data tersebut langsung didapatkan dari responden. Peningkatan persentase lulusan menjadi wirausaha ini kemungkinan karena sebelumnya sudah dibekali pengalaman dan jaringan. Dari angka tersebut tentu dampaknya besar karena mereka mampu membuka lapangan kerja.
"Ada perkembangan dalam beberapa tahun terakhir dari 4% menjadi 14,9% lulusan menjadi enterprener yang sepanjang tahun meningkat. Ini angka faktual, mengembirakan karena upaya untuk menjadikan kewirausahaan berhasil," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dan YAKKUM memperingati Hari Clubfoot Sedunia 2026 dengan memperluas layanan kaki pengkor, edukasi keluarga, dan wisuda metode Ponseti.
Walikota sambut 210 jemaah haji Pekalongan yang tiba dari Tanah Suci. Satu jemaah wafat di perjalanan, suasana haru warnai kepulangan.
Malioboro tambah toilet portabel saat liburan untuk atasi kebutuhan wisatawan malam hari. Simak solusi dan kendalanya.
Kerokan tidak disarankan untuk nyeri dada. Dokter ungkap risiko dan cara pertolongan pertama yang tepat.
Biawak besar muncul di kamar jenazah RSUD Wates Kulonprogo. Damkar lakukan evakuasi dramatis tanpa korban.
Angin duduk atau angina pektoris bisa jadi tanda gangguan jantung serius. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya.