Advertisement

Dapat KUR dari Bank BPD DIY, Batik Sekar Arum Kini Eksis dengan Motif Klasik & Pewarna Alam

Nina Atmasari
Jum'at, 22 Juli 2022 - 16:27 WIB
Bhekti Suryani
Dapat KUR dari Bank BPD DIY, Batik Sekar Arum Kini Eksis dengan Motif Klasik & Pewarna Alam Tim Jelajah Pansela mengunjungi usaha batik Sekar Arum di Karangkulon RT 05 Kalurahan Wukirsari Imogiri Bantul-Harian Jogja - Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Usaha kecil batik Sekar Arum di Karangkulon RT 05 Kalurahan Wukirsari Imogiri Bantul dirintis dengan dukungan Bank BPD DIY hingga kini beromzet Rp30 juta sebulan. Tak hanya dukungan modal, usaha ini juga difasilitasi promosi.

Sekar Arum awalnya adalah kelompok usaha bersama yang didirikan 20 orang pada 2007. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Sekar Arum dimiliki oleh Nur Ahmadi dan istrinya, Yuni Widiastuti.

"Saat mulai mengambil alih menjadi usaha kami sendiri, saya kesulitan karena tidak punya modal. Lalu kami mengajukam ke Bank BPD DIY dan mendapatkan fasilitas kredit usaha rakyat Rp50 juta.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Penggunaannya untuk membeli peralatan dan bahan, kain, lilin dan lain-lain. Saat ini kami sudah kedua kalinya mendapat KUR dan sangat membantu peningkatan usaha kami," kata Nur ahmadi saat ditemui Tim Jelajah Pansela "Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa", Jumat (22/7/2022).

Usaha kecil ini memproduksi batik tulis klasik, yakni batik dengan motif klasik seperti mataram, sidoasih, sidomukti, wahyu tumurun, truntum, parang, mendut. Untuk pewarnaan, mereka menggunakan pewarna alam pewarna sintetis. Batik Sekar Arum kini memiliki 10 orang, masing-masing bisa memproduksi satu hingga dua lembar kain batik per bulannya.

"Proses membuat batik butuh waktu tidak sebentar. Bisa setengah bulan, terutama jika motifnya rumit, sebab semua produk kami batik tulis," katanya.

Produk batik tulis Sekar Arum dijual mulai Rp500.000 hingga Rp2,5 juta per lembar. Harga dipengaruhi tingkat kerumitan motif, bahan kain hingga pewarnanya. Omzet usaha Nur Ahmadi ini pernah mencapai Rp30 juta per bulan sebelum pandemi Covid-19. Saat ini, omzet mereka turun 50% dan mulai bangkit kembali.

Nur Ahmadi menambahkan ia bersyukur ada fasilitas dari Bank BPD DIY sebab bank milik Pemda DIY ini tidak hanya dalam bidang modal usaha tetapi juga memfasilitasi promosi melalui pameran. "Kalau ada kunjungan dari tokoh di Bank BPD DIY juga diarahkan ke batik mitra binaannya," katanya.

BACA JUGA: Bupati Bantul Kembali Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Advertisement

Pembeli batik Sekar Arum kebanyakan adalah wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta dan Surabaya. Selain itu promosi secara online mendatangkan pembeli dari berbagai daerah lain dan pengiriman batik menggunakan jasa pengiriman barang.

"Kami berharap pembangunan jalan di jalur selatan bisa meramaikan wisata lewat jalur selatan. pengendara JJLS bisa mampir berbelanja batik di sini," katanya.

Liputan ini merupakan bagian dari program Jelajah Jalur Pansela: Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa yang digelar Harian Jogja bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Bank BPD DIY.

Advertisement

Dalam program ini, Tim Harian Jogja menyusuri dan merekam setiap ruas Pantai Selatan Jawa mulai dari Kebumen, Purworejo, Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul hingga Wonogiri. Jelajah Pansela dimulai pada Selasa (19/7/2022) dan finis di Wonogiri pada Jumat (22/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pukat UGM Ajak Masyarakat Bersuara Soal RUU Perampasan Aset Negara

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement