Fenomena Cahaya Surga Gua Jomblang Gunungkidul Memikat Turis Mancanegara
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Ilustrasi JJLS di Kapanewon Rongkop./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang berada di Gunungkidul mulai berdampak, salah satunya adalah terkait dengan harga jual tanah di sekitarnya yang kini mulai melonjak.
Lurah Jetis, Kapanewon Saptosari, Agus Santosa mengatakan meski JJLS belum benar-benar tersambung, tetapi sudah mulai terlihat dampaknya.
Salah satunya, bisa dilihat geliat ekonomi warga di sepanjang jalan yang mulai terlihat pada saat sekarang. Hal ini tak lepas adanya peningkatan kunjungan wisata sehingga dimanfaatkan warga sekitar untuk membuka usaha.
“Dampaknya terlihat dari roda ekonomi. Mudah-mudahan bisa membawa kesejahteraan bagi warga sekitar,” kata Agus kepada Harianjogja.com, Minggu (24/7/2022).
BACA JUGA: Ekonomi Tumbuh, Investasi Terbuka di Kawasan JJLS Gunungkidul
Menurut dia, ada dampak lain berkaitan dengan pembangunan JJLS, yakni harga tanah. Sebelum jalan dibangun seperti sekarang, harga jual tanah hanya di kisaran Rp150.000 per meter persegi. Namun saat ini sudah menembus jutaan rupiah sehingga harga jualnya mencapai miliaran rupiah per bidangnya.
“Belum lama ini ada yang menjual seharga Rp1,5 juta per meter. Ini belum apa-apa karena sekarang ada yang mau menjual dengan membuka penawaran Rp2 juta per meternya,” katanya Agus.
Meski demikian, sambung dia, patokan harga ini tidak di semua JJLS. Pasalnya, harga yang menembus jutaan rupiah per meter, bidang tanah yang dijual berada di lokasi yang strategis. Adapun yang masih sepi harga jual masih kisaran Rp400.000 per meternya. “Memang masih tergantung lokasi, tapi secara keseluruhan sudah meningkat drastis,” katanya.
Menurut dia, salah kawasan yang masuk strategis di JJLS di Kalurahan Jetis mulai dari SMK Saptosari menuju ke barat hingga kawasan Balai Kalurahan. “Di seputaran ini sudah tinggi-tinggi dan nilainya mencapai jutaan per meternya,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
BPS menjelaskan alasan penduduk yang bekerja satu jam seminggu tetap masuk kategori bekerja berdasarkan standar ILO.
Sebanyak 30 lurah hasil Pilur Serentak 2026 Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Lurah diminta inovatif dan merangkul seluruh warga.
Banyak lembaga antikorupsi belum menjamin pemberantasan korupsi efektif. Mantan penasihat KPK Suwarsono Muhammad mengungkap perlunya strategi khas Indonesia.
Kemenag menetapkan 52.325 guru sebagai peserta PPG Daljab 2026. Lapor diri dan unggah dokumen dijadwalkan 9–12 November.
Harianjogja.com, SLEMAN—PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman berkomitmen memperkuat profesionalisme, inovasi, dan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat