180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melayat ke rumah duka di Tambakbayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (3/8/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pendukung PSS Sleman meninggal dunia akibat salah sasaran dalam kericuhan saat suporter Persis Solo melintasi wilayah DIY beberapa waktu lalu.
Tri Fajar Firmansyah adalah pendukung PSS Sleman. Ia menjadi korban salah sasaran saat terjadi keributan antara suporter Persis Solo dengan warga DIY pada 25 Juli 2022 lalu. Tri mengembuskan napas terakhir pada Selasa (2/8/2022) kemarin di RSPAU Hardjolukito pada pukul 14.10 WIB.
BACA JUGA: Suporter Sleman Meninggal, Pendukung PSIM Minta Proses Hukum Dijalankan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Danang Maharsa bersama sejumlah pejabat dan ribuan suporter PSS Sleman lainnya melayat ke rumah duka di Tambakbayan, Condongcatur, Depok. Tri dimakamkan di Makam Glendongan I, Tambakbayan.
Ayah Tri Fajar, Wahyudi menjelaskan sebelum meninggal, bungsu dari tiga bersaudara tersebut dirawat selama delapan hari di RSPAU Hardjolukito dalam kondisi tak sadarkan diri. “Sejak dirawat 25 Juli sampai Selasa kemarin belum sadar. Anak saya bukan juru parkir tapi driver online,” katanya, Rabu (3/8/2022).
Wahyudi mengatakan anaknya adalah pendukung PSS Sleman, tetapi tidak tahu apa-apa mengenai keributan antara suporter asal Solo dengan warga saat itu.
“Biar tidak merembet ke mana-mana, kami minta [kematian Tri] diusut tuntas. Cukup anak saya yang kena [korban] musibah ini.”
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya salah satu suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah, dalam kerusuhan yang melibatkan suporter Persis Solo dan penduduk DIY beberapa waktu lalu.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimbulkan korban seperti ini. Sepak bola salah satunya untuk membangun persatuan, bukan saling menghancurkan,” ungkap Kustini.
Dia menegaskan seluruh suporter sejatinya satu keluarga, sesaudara, terlepas dari perbedaan klub yang didukung. Ia berharap tidak ada kejadian serupa di masa mendatang. Kustini meminta seluruh pihak saling bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi.
“Jangan ada korban lagi. Saya minta [peristiwa] ini yang terakhir, jangan ada lagi korban. Kita semua adalah saudara yang seharusnya saling mendukung dan menyayangi. Bukan memusuhi,” terang Kustini.
BACA JUGA: Rektor UGM Jatuhkan Sanksi ke Dosen Karna Wijaya yang Ejek Ade Armando
Kustini menyerahkan penanganan tersebut sepenuhnya kepada kepolisian. Dia berharap seluruh suporter PSS Sleman agar bersabar, menunggu hasil penyelidikan dan tidak melakukan tindakan anarkistis.
“Saya harap semua bersabar, jangan ada tindakan sweeping atau lain sebagainya yang main hakim sendiri. Serahkan pada kepolisian. Saya percaya polisi akan transparan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas,” harap Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Hashim Djojohadikusumo menyebut ekonomi abu-abu RI mencapai 30–40% ekonomi nasional dan menyoroti potensi penerimaan negara yang hilang.
BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY menyalurkan manfaat JKK Rp310,67 miliar untuk 139.082 kasus kecelakaan kerja sepanjang Januari-September 2026.
BNPB menghormati proses hukum KPK terkait OTT di lingkungannya, berkomitmen kooperatif, serta melakukan penelusuran internal dan pengamanan dokumen.
Kunjungan mal di DIY tetap stabil sepanjang 2026, tetapi konsumen makin selektif dan beralih ke produk terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi.
Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan pelopor industri kosmetik Indonesia, meninggal dunia pada usia 89 tahun.