Update SIM Keliling Kulonprogo Juli 2026, SIMMADE hingga Simenor
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melayat ke rumah duka di Tambakbayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (3/8/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pendukung PSS Sleman meninggal dunia akibat salah sasaran dalam kericuhan saat suporter Persis Solo melintasi wilayah DIY beberapa waktu lalu.
Tri Fajar Firmansyah adalah pendukung PSS Sleman. Ia menjadi korban salah sasaran saat terjadi keributan antara suporter Persis Solo dengan warga DIY pada 25 Juli 2022 lalu. Tri mengembuskan napas terakhir pada Selasa (2/8/2022) kemarin di RSPAU Hardjolukito pada pukul 14.10 WIB.
BACA JUGA: Suporter Sleman Meninggal, Pendukung PSIM Minta Proses Hukum Dijalankan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Danang Maharsa bersama sejumlah pejabat dan ribuan suporter PSS Sleman lainnya melayat ke rumah duka di Tambakbayan, Condongcatur, Depok. Tri dimakamkan di Makam Glendongan I, Tambakbayan.
Ayah Tri Fajar, Wahyudi menjelaskan sebelum meninggal, bungsu dari tiga bersaudara tersebut dirawat selama delapan hari di RSPAU Hardjolukito dalam kondisi tak sadarkan diri. “Sejak dirawat 25 Juli sampai Selasa kemarin belum sadar. Anak saya bukan juru parkir tapi driver online,” katanya, Rabu (3/8/2022).
Wahyudi mengatakan anaknya adalah pendukung PSS Sleman, tetapi tidak tahu apa-apa mengenai keributan antara suporter asal Solo dengan warga saat itu.
“Biar tidak merembet ke mana-mana, kami minta [kematian Tri] diusut tuntas. Cukup anak saya yang kena [korban] musibah ini.”
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya salah satu suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah, dalam kerusuhan yang melibatkan suporter Persis Solo dan penduduk DIY beberapa waktu lalu.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimbulkan korban seperti ini. Sepak bola salah satunya untuk membangun persatuan, bukan saling menghancurkan,” ungkap Kustini.
Dia menegaskan seluruh suporter sejatinya satu keluarga, sesaudara, terlepas dari perbedaan klub yang didukung. Ia berharap tidak ada kejadian serupa di masa mendatang. Kustini meminta seluruh pihak saling bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi.
“Jangan ada korban lagi. Saya minta [peristiwa] ini yang terakhir, jangan ada lagi korban. Kita semua adalah saudara yang seharusnya saling mendukung dan menyayangi. Bukan memusuhi,” terang Kustini.
BACA JUGA: Rektor UGM Jatuhkan Sanksi ke Dosen Karna Wijaya yang Ejek Ade Armando
Kustini menyerahkan penanganan tersebut sepenuhnya kepada kepolisian. Dia berharap seluruh suporter PSS Sleman agar bersabar, menunggu hasil penyelidikan dan tidak melakukan tindakan anarkistis.
“Saya harap semua bersabar, jangan ada tindakan sweeping atau lain sebagainya yang main hakim sendiri. Serahkan pada kepolisian. Saya percaya polisi akan transparan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas,” harap Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.