Advertisement

Pemkot Jogja Kejar Predikat Jogja Kota Sehat untuk yang ke-16 Kalinya

Media Digital
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 07:47 WIB
Arief Junianto
Pemkot Jogja Kejar Predikat Jogja Kota Sehat untuk yang ke-16 Kalinya Suasana rapat koordinasi Forum Kemantren. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Jogja tercatat sudah 15 tahun menyandang predikat tertinggi Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan. Kali pertama mendapatkan predikat itu pada 2007, Pemkot Jogja optimistis dapat mempertahankannya tahun ini.

Setelah tahun lalu tak digelar penilaian Kota Sehat akibat pandemi Covid-19, kini Pemkot Jogja sedang mempersiapkan penilaian untuk Kota Sehat 2023 mendatang. Persiapan yang dilakukan yaitu penguatan kelembagaan dan koordinasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Survei pemantapan 10 lokus Kota Sehat juga dilakukan agar dapat mengutus wilayah terbaik untuk gelaran dua tahunan ini.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Subkoordinator Kelompok Substansi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja, Nur Wara Gunarsih menyebut dasar penilaian Kota Sehat yaitu bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk.

“Semua itu dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah,” ucap dia, Jumat (6/8/2022).

BACA JUGA: Kepala SDN Blunyahrejo Bantah Ada Kewajiban Jilbab di Sekolahnya

Wara menyebut tatanan tersebut ada sepuluh, masing-masing empat tatanan wajib dan sisanya adalah tatanan pilihan. “Tetapi karena kami sudah dapat yang tertinggi sepuluh tatanan tersebut kami jalankan,” ujarnya.

Kesepuluh tatanan tersebut masing-masing meliputi permukiman, kehidupan masyarakat sehat mandiri, pasar rakyat sehat, sekolah, rumah Ibadat, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas jalan, perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, pencegahan dan penanganan bencana.

“Karena mencakup berbagai OPD, maka penguatan dan koordinasi antar OPD jadi kunci utama untuk mendapat predikat tertinggi,” tutur Wara.

Advertisement

Selain itu partisipasi masyarakat, jelas Wara, juga memegang kunci penting untuk menyukseskan program ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jogja, Agus Tri Haryono yang juga Ketua Tim Pembina Kota Sehat mengaku optimistis dapat mempertahankan predikat Swasti Saba Wistara, gelar tertinggi Kota Sehat. “Kami berharapnya lebih yaitu dapat melembagakan kesehatan masyrakat pada masyarakat itu sendiri,” jelasnya, Jumat (5/8/2022).

Bappeda Jogja, kata dia, telah menyurvei secara maraton untuk menentukan kemantren hingga kelurahan sesuai lokus unggulannya dalam Kota Sehat ini. “Sudah ada pemetaan dan koordinasi dengan perangkat kemantren dan kelurahan agar bisa menyukseskan program ini,” ujarnya.

Advertisement

Koordinasi dengan perangkat kemantren dan kelurahan, jelas Agus, adalah langkah kunci membangun partisipasi masyarakat dalam melembagakan kesehatan. “Supaya dari masyarakat punya kesadaran yang tinggi akan kesehatan ini,” ucap dia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Gali Keterlibatan Politkus PDIP Utut Adianto di Kasus Suap Rektor Unila

News
| Sabtu, 26 November 2022, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement