Ratusan ASN Gunungkidul Tunggak BPJS, Terbesar Rp14 Juta
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Unjuk rasa guru honorer di Blitar, Jawa Timur. - Antara/Irfan Anshori
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Ratusan guru honorer yang lolos passing grade seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) 2021 di Gunungkidul akan diusulkan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka akan diusulkan jadi ASN tanpa harus mengikuti tes lagi.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengatakan telah mengusulkan formasi, berserta data peserta yang lolos passing grade untuk seleksi P3K ke Pemerintah Pusat. Adapun tahapan tinggal menunggu persetujuan dan pengumuman terkait dengan pengangkatan para pegawai ini menjadi ASN.
“Kami masih menunggu informasi resminya. Yang jelas, sudah kami usulkan,” kata Iskandar, Senin (8/8/2022).
Menurutnya, sampai sekarang belum ada pengumunan terkait penerimaan P3K. Meski demikian, Iskandar tidak menampik adanya peredaran data berkaitan dengan penerimaan dan penempatan formasi P3K.
Mantan Panewu Playen ini berpendapat, informasi yang beredar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia berdalih hingga sekarang belum ada persetujuan terkait dengan usulan yang diajukan.
“Kami belum bisa menyampaikan pendapat terkait data yang beredar mengingat hingga sekarang belum ada keputusan resmi dari Pemerintah,” ungkapnya.
Adanya peredaran data berkaitan dengan daftar penerimaan P3K bagi honorer yang lolos passing grade juga dibenarkan oleh Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto. Menurut dia, daftar tersebut berisikan tentang penerimaan serta penempatan bagi honorer ini.
“Ya kalau mengacu data yang beredar ada yang ditempatkan hingga ke luar Pulau Jawa. Tapi, untuk Gunungkidul masih di lingkup satu kabupaten,” katanya.
Meski demikian, Aris mengingatkan, data tersebut tidak bisa menjadi acuan karena belum valid dan kepastian masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat.
“Ditunggu saja. Yang jelas, sebanyak 243 honorer yang lolos passing grade sudah diusulkan untuk diangkat menjadi P3K di Gunungkidul,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) No.20/2022 ada potensi honorer yang lolos passing grade dalam seleksi di 2021 bisa diterima sebagai P3K tanpa jalur tes.
Oleh karenanya, para peserta ini tinggal menunggu penetapan pengangkatan dari Pemerintah Pusat.
“Mudah-mudahan tidak lama lagi sudah keluar pengumuman resminya sehingga ada kepastian bagi honorer yang dinyatakan lolos passing grade,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.