DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Unjuk rasa guru honorer di Blitar, Jawa Timur. - Antara/Irfan Anshori
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Ratusan guru honorer yang lolos passing grade seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) 2021 di Gunungkidul akan diusulkan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka akan diusulkan jadi ASN tanpa harus mengikuti tes lagi.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengatakan telah mengusulkan formasi, berserta data peserta yang lolos passing grade untuk seleksi P3K ke Pemerintah Pusat. Adapun tahapan tinggal menunggu persetujuan dan pengumuman terkait dengan pengangkatan para pegawai ini menjadi ASN.
“Kami masih menunggu informasi resminya. Yang jelas, sudah kami usulkan,” kata Iskandar, Senin (8/8/2022).
Menurutnya, sampai sekarang belum ada pengumunan terkait penerimaan P3K. Meski demikian, Iskandar tidak menampik adanya peredaran data berkaitan dengan penerimaan dan penempatan formasi P3K.
Mantan Panewu Playen ini berpendapat, informasi yang beredar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia berdalih hingga sekarang belum ada persetujuan terkait dengan usulan yang diajukan.
“Kami belum bisa menyampaikan pendapat terkait data yang beredar mengingat hingga sekarang belum ada keputusan resmi dari Pemerintah,” ungkapnya.
Adanya peredaran data berkaitan dengan daftar penerimaan P3K bagi honorer yang lolos passing grade juga dibenarkan oleh Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto. Menurut dia, daftar tersebut berisikan tentang penerimaan serta penempatan bagi honorer ini.
“Ya kalau mengacu data yang beredar ada yang ditempatkan hingga ke luar Pulau Jawa. Tapi, untuk Gunungkidul masih di lingkup satu kabupaten,” katanya.
Meski demikian, Aris mengingatkan, data tersebut tidak bisa menjadi acuan karena belum valid dan kepastian masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat.
“Ditunggu saja. Yang jelas, sebanyak 243 honorer yang lolos passing grade sudah diusulkan untuk diangkat menjadi P3K di Gunungkidul,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) No.20/2022 ada potensi honorer yang lolos passing grade dalam seleksi di 2021 bisa diterima sebagai P3K tanpa jalur tes.
Oleh karenanya, para peserta ini tinggal menunggu penetapan pengangkatan dari Pemerintah Pusat.
“Mudah-mudahan tidak lama lagi sudah keluar pengumuman resminya sehingga ada kepastian bagi honorer yang dinyatakan lolos passing grade,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.