Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, Gunungkidul–Dinas Kesehatan Gunungkidul tidak mematok target khusus dalam program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Hal ini tak lepas dari capaian vaksin anak yang sudah di atas 95%.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, program BIAN dilaksanakan mulai Agustus hingga pertengahan September mendatang. Imunisasi akan menyasar ke anak-anak untuk diberikan vaksin seperti polio, Campak Rubella, DPT-HB-Hib.
Menurut dia, program ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Meski demikian, Dewi mengakui tidak mematok target khusus karena capaian vaksin anak di Gunungkidul sangat baik. “Sudah di atas 95% anak di Gunungkidul mengikuti program vaksinasi,” kata Dewi, Kamis (11/8/2022).
Ia mengungkapkan, selama satu setengah bulan pelaksanaan BIAN, akan dilakukan penyisiran terhadap anak atau balita yang belum vaksin. “Sasarannya lebih ke bayi yang belum vaksin lengkap dilengkapi,” katanya.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Booster Jogja Diklaim Terbaik Se-Indonesia, Segini Angkanya
Menurut Dewi, program BIAN bertujuan menghindarkan anak-anak dari penyakit seperti campak, rubella, polio. Selain itu ada juga difteri, pertusis, hepatitis B, radang paru hingga meningitis.
Dengan kegiatan ini diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk sehingga akhirnya bisa mencapai eliminasi campak rubella. Selain itu, juga untuk mempertahankan status bebas polio, mengendalikan difteri serta pertusis.
“Kami akan terus menyisir agar anak-anak bisa semua mengikuti program vaksin,” katanya.
Dia berharap bulan vaksin ini dapat berjalan dengan lancar sehingga capaian vaksinasi di Gunungkidul terus bisa ditingkatkan. “Untuk keberhasilan program juga butuh partisipasi dari masyarakat. Salah satunya mengajak atau membawa anaknya ikut dalam kegiatan vaksin yang telah disediakan,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap kepada dinas kesehatan untuk terus menyosialisasikan bulan vaksin ini. Menurut dia, penyampaian informasi ke masyarakat sangat dibutuhkan agar program rapat berjalan dengan optimal.
“Makanya butuh disosialiasikan agar masyarakat paham. Tentang pentingnya mengikuti program vaksin, khususnya bagi anak-anak agar terhindar dari penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.