2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Petani membersihkan sampah di Selokan Mataram, Jumat (21/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) terus berupaya mengembalikan fungsi Selokan Mataram sebagai saluran irigasi. Untuk itu, jalur irigasi sepanjang kurang lebih 30 kilometer tersebut direvitalisasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II BBWS Serayu Opak Corri Eriza mengatakan rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Karangtalun yang di dalamnya termasuk Selokan Mataram dilakukan sejak Juni 2021 lalu dengan target selesai pada Desember 2023. Alokasi anggarannya sebesar Rp174 Miliar.
"Cuma kalau melihat tren saat ini penyelesaiannya bisa lebih cepat, tidak sampai Desember 2023," katanya, Jumat (12/8/2022).
Tahun lalu, kata Corri, pihaknya merehabilitasi jaringan irigasi Van Der Wijck bersama dilakukan rehabisilitasi Jaringan Irigasi Karangtalun. Adapun tahun ini, lanjutnya, rehabilitasi dilakukan di Jaringan Irigasi Selokan Mataram. Jaringan ini dibagi dalam dua kelompok, Jaringan Irigasi Selokan Mataram 1 dan 2. Panjangnya masing-masing 15 km.
"Kami sudah cicil pengerjaanya untuk Mataram 2 sejak awal tahun. Dari 15 km yang dikerjakan sudah 8 km, tinggal pembersihan. Pembersihan dilakukan setelah semua selesai," katanya.
Pihaknya saat ini sedang membuka lahan untuk pekerjaan rehabilitasi di Mataram 1. Rencananya yang akan direhabilitasi sepanjang 8km lebih dulu. Saat ini, aliran air di Selokan Mataram dimatikan untuk proses rehabilitasi. Ini dilakukan setelah ada kesepakatan dengan petani dan Komisi Irigasi. "Aliran air dimatikan sejak 1 Agustus hingga Oktober dan dihidupkan kembali pada 1 November. Jadi hanya tiga bulan," katanya.
Rehabilitasi dilakukan diberbagai titik, mulai dari patok 9, daerah westlake, Pogung, Seturan hingga Kali Opak, Kalasan. Perbaikan dinding didasarkan pada kondisi di lapangan. "Yang masih bagus tetap kami pertahankan. Jadi tidak semua yang direhab tergantung kondisi dinding. Tujuannya untuk meningkatkan indeks pertanian," katanya.
Corri mengatakan, Selokan Mataram selain menjadi saluran irigasi juga menjadi tempat untuk mempertahankan air tanah di DIY. Oleh karenanya, saluran ini tidak boleh dilantai atau hanya menggunakan alas tanah. Saluran tersebut juga dipertahankan dan dilestarikan hingga saat ini. "Saluran ini juga masuk cagar budaya yang ditetapkan sejak 2021 lalu," katanya.
Disinggung soal keberadaan jalan inpeksi, Corri mengatakan BBWSO hanya memanfaatkan jalan inpeksi yang saat ini sudah ada. Tidak ada rencana untuk menambah jalan inpeksi pada sisi Utara Selokan Mataram. "Jadi kami cukup dengan satu jalan inspeksi saja dan lainnya dibuat tanggul. Kecuali di sekitar Pogung hingga Gejayan itu akibat perkembangan pembangunan," katanya.
Oleh karena Selokan Mataram saat ini menjadi Cagar Budaya, Corri meminta masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian saluran irigasi tersebut. Setelah program rehabilitasi sepanjang 30km selesai, semua pihak bisa menjaga kelestarian saluran tersebut. Dengan demikian, tujuan revitalisasi Selokan Mataram untuk kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.
"Jangan buang sampah lagi ke Selokan Mataram. Sebab selain menjadi jaringan irigasi Selokan Mataram juga sudah menjadi Cagar Budaya. Air irigasi tidak hanya dimanfaatkan oleh pertanian tetapi juga kolam-kolam ikan," katanya.
BACA JUGA: Mahfud Sebut Ferdy Sambo Menangis di Depan Kompolnas dan Mengaku Dizalimi
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono mengatakan tujuan dari pengeringan Selokan Mataram untuk perbaikan saluran irigasi. Sosialisasi sudah dilakukan di masing-masing kapanewon sehingga para petani diminta dapat menyesuaikan dengan ketersediaan air.
"Sosialisasi sudah dilakukan ke para petani. Mereka kami minta agar pola tanamnya menyesuaikan dengan pengeringan irigasi Selokan Mataram. Misalnya menamam palawija jangan padi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.