PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Seorang pengendara motor sedang melewati timbunan sampah liar Selokan Mataram, Jumat (08/03/2019). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mengurai penumpukan arus lalu lintas di jalan sepanjang Selokan Mataram, khususnya dari perempatan Empu Tantular hingga persimpangan Outlet Biru (OB), Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman berencana melakukan perubahan arus.
Rencana rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan tersebut sudah berlangsung sejak lima tahun lalu. Sejak 2017, Dishub Sleman menyiapkan penataan dan perubahan arus di sepanjang jalan Selokan Mataram.
Kini, melalui Forum Lalu Lintas dari Dishub Sleman kembali mengemukakan rencana penataan di Simpang Empat OB Selokan Mataram itu. Beberapa rekomendasi alternatif yang disipakan mulai dari sistem satu arah hingga pemasangan APILL. "Ya ini masih tahap perencanaan, untuk penerapannya masih membutuhkan waktu lama," kata Marjanto, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman kepada Harianjogja.com, Selasa (12/7/2022).
Dia menjelaskan rekayasa lalu lintas sistem searah (SSA) jalan Selokan Mataram yang akan diterapkan dari Simpang Jalan Empu Tantular- Jalan Selokan Mataram menuju perempatan OB. "Jadi dari Barat ke Timur arus kendaraan dibuat satu arah. Itu dari perempatan Tantular hingga Simpang OB," katanya.
Kemudian, dari perempatan OB arus kendaraan juga dibuat satu arah melewati Jalan Wahid Hasyim hingga pertigaan jalan Cendrawasih. "Dari simpang OB ke Selatan melewati Jalan Wahid Hasim dibuat satu arah untuk semua kendaraan," ujarnya.
Sistem satu arah itu berakhir di simpang jalan Nologaten- Jalan Cendrawasih. Kendaraan berbelok kanan menuju arah barat hingga persimpang Jalan Empu Tantular- Jalan Selokan Mataram. Di persimpangan ini, arus kendaraan dibuat dua arah. "Jadi yang satu arah dari perempatan Tantular, perempatan OB ke selatan hingga persimpangan jalan Cenderawasih," jelasnya.
BACA JUGA: Fakta Baru Polisi Tembak Polisi, Mabes Klaim Ada Perbuatan Tak Senonoh terhadap Istri Kadiv Propam
Marjanto mengatakan, penerapan SSA tersebut masih membutuhkan beberapa tahapan mulai dari pengecekan lapangan, sosialisasi hingga masa uji coba sebelum benar-benar diterapkan. "Jadi tahapannya masih panjang. Masih ada evaluasi-evaluasi," ujarnya.
Rencana penerapan SSA di jalan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mengurai penumpukan kendaraan di sepanjang jalan tersebut. Apalagi pada saat jam-jam padat. Dia optimistis, penerapan SSA dapat mengurangi penumpukan kendaraan di jalan tersebut. "Apalagi kalau di sisi Utara Selokan Mataram juga dibuat jalan seperti di Utara UGM," katanya.
Sejumlah warga mendukung rencana penataan dan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan tersebut. Hanya saja, mereka meminta perlu dilakukan penataan yang efektif agar kemacetan di sepanjangan jalan tersebut bisa terurai. "Ya petempatan OB kadang macetnya parah. Kalau memang dibuat searah kondisinya bisa lebih baik, kami dukung, kalau sebaliknya ya perlu solusi lain," kata Sumarsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Xiaomi resmi merilis Redmi Watch 6 Active, Watch 6 Lite, dan Smart Band 11 Active di Indonesia dengan harga mulai Rp449.000.
Basarnas memastikan Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa. Sebanyak 129 orang masih dalam proses pencarian.
Puluhan siswa di dua sekolah Temon mengalami mual dan muntah usai menyantap MBG. Dinkes Kulonprogo mengirim sampel makanan ke laboratorium.
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
FAO menyebut gangguan pelayaran Selat Hormuz memicu kelangkaan pupuk global, menaikkan harga energi dan mengancam produksi pangan.