Advertisement

Skrining Corona di Sekolah Gunungkidul Hanya Sebatas Sampel

David Kurniawan
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 16:17 WIB
Budi Cahyana
Skrining Corona di Sekolah Gunungkidul Hanya Sebatas Sampel Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul akan melakukan skrining virus Corona di lingkungan sekolah. Meski demikian, tes tidak menyasar ke seluruh siswa karena pelaksanaan dilakukan dengan pengambilan sampel.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pelaksanaan skrening corona di lingkungan sekolah masih dalah tahap persiapan. Rencananya, tes dilakukan mulai minggu ketiga dan keempat di Agustus ini.

Advertisement

Meski belum terlaksana, ia memastikan pengetesan dilakukan secara acak dengan mengambil sampel sebanyak 10% sekolah di Gunungkidul. Selain itu, tes juga tidak menyeluruh karena sampel hanya diambil untuk 10% dari jumlah keseluruhan siswa di sekolah tersebut.

“Jadi memang hanya diambil sampel karena tidak semua murid dites Corona,” kata Dewi, Jumat (12/8/2022).

Dia menjelaskan tes Corona di sekolah diselenggarakan untuk antisipasi penularan. Terlebih lagi hingga sekarang pelaksanaan belajar mengajar di sekolah sudah kembali normal seperti sebelum terjadinya pandemi.

“Jadi, dengan tes ini akan kelihatan potensinya serta dilakukan pencegahan agar kasus bisa terus terkendali,” katanya.

Dewi menambahkan hingga sekarang ada 22.768 warga Gunungkidul yang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 21.566 orang dinyatakan sudah sembuh, meninggal dunia ada 1.179 kasus dan masih menjalani perawatan 23 orang.

Ia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyeberan virus Corona. 

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan sudah ada koordinasi dengan dinas kesehatan terkait dengan pelaksanaan skrining Corona di lingkungan sekolah. Dia mendukung kegiatan ini untuk antisipasi penularan sehingga kasus bisa terus dikendalikan.

Meski demikian, ia memastikan tidak akan menutup sekolah apabila ditemukan kasus pada saat skrening. Nunuk berpendapat, pelaksanaan sekolah tatap muka tetap berlangsung dan pembelajaran daring hanya berlaku di kelas yang ditemukan kasus.

“Ya kalau tidak ada kasus, maka tetap sekolah seperti biasa,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konflik Iran-Israel Bayangi Inflasi di Indonesia

News
| Senin, 15 April 2024, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Sambut Lebaran 2024, Taman Pintar Tambah Wahana Baru

Wisata
| Minggu, 07 April 2024, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement