Advertisement

Sidang Bos Summarecon Digelar Pekan Depan, Bukti Transfer Ratusan Juta Rupiah Bakal Diungkap

Triyo Handoko
Minggu, 14 Agustus 2022 - 16:27 WIB
Triyo Handoko
Sidang Bos Summarecon Digelar Pekan Depan, Bukti Transfer Ratusan Juta Rupiah Bakal Diungkap Ilustrasi. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pengadilan Negeri (PN) Jogja sudah menentukan majelis hakim dan jadwal persidangan terduga pelaku suap ijin apartemen Royal Kedhaton. Persidangan akan dipimpin langsung oleh Ketua PN Jogja Muh. Jauhar Setyadi dan akan disidangkan mulai Senin (22/8/2022). 

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jogja, bukti persidangan yang disiapkan adalah dokumen berupa bukti cetak transfer bank yang bersumber dari anak perusahaan Sumareccon yaitu PT Java Orient Properti sebanyak 12 kali.

BACA JUGA: Geledah Plaza Summarecon, KPK Temukan Bukti Suap Perizinan Apartemen di Jogja

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dalam bukti transfer itu tertera angka paling kecil adalah Rp20 juta dan maksimum Rp650 juta. Di bukti transfer itu pula tertera rentang tanggal transfer yakni antara 3 April 2018 sampai 26 Agustus 2019.

Humas PN Jogja, Heri Kurniawan membenarkan informasi tersebut yang diunggah di laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jogja.

“Kalau JPU [Jaksa Penuntut Umum] sudah ada, atas nama Rudi Dwi Prasetyono, tetapi saya belum tahu beliau dari Kejari Jogja atau KPK,” jelasnya, Minggu (14/8/2022).

Kepala Seksi Intelejen Kejari Jogja Bagus Kurnianto mengkonfirmasi bahwa JPU yang bertugas dalam persidangan tersebut dari Jaksa KPK. “Langsung dari (Jaksa) KPK,” katanya, Minggu (14/8/2022).

Diketahui, dalam sidang itu, pihak yang menjadi terdakwa adalah mantan Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nashution. Mantan bos Summarecon tersebut diduga melakukan penyuapan untuk mendapat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) apartemen yang hendak dibangunnya, Royal Kedhaton.

Atas dugaan penyuapan tersebut, Oon terancam penjara tujuh tahun. Dengan dakwaan melanggar Pasal 5 ayat 1 dan 15 Undang-Undang No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Presiden Jokowi Nyatakan Penyaluran BLT BBM mencapai 95,9 persen

News
| Selasa, 27 September 2022, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement