Top Ten News Jogja 11 Juli, Jampidsus, Bupati Sukoharjo, Mandala Krida
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Tim TRC BPBD Sleman bersama relawan membersihkan dan bantuan kepada warga korban terdampak bencana angin di di Pedukuhan Sumber Lor RT 6/29 Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Minggu (14/8/2022)./st
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebuah rumah semi permanen di Pedukuhan Sumber Lor RT 6/29 Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman roboh akibat hujan deras disertai angin yang terjadi pada Minggu (14/8). Seorang anak dilaporkan tertimpa reruntuhan.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, mengatakan kejadian robohnya rumah semi permanen tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah kejadian Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman langsung melakukan penanganan rumah yang roboh tersebut.
Rumah yang berdiri di atas tanah milik Santoso, warga Tegaltirto disewa oleh keluarga Jatin. Untuk sementara, kata Makwan, keluarga Jatin mengungsi di rumah Santoso. "Saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang. Rumah semi permanen yang roboh berukuran 4x7 meter," katanya, Senin (15/8).
Akibatnya, material atap rumah yang roboh menimpa seorang anak, Inayah, 14 yang sedang tiduran di dalam rumah. Meski material rumah menimpa anak kelas I SMP itu, namun Makwan memastikan kondisi anak tersebut tidak ada masalah. "Siswi tersebut hanya terjepit reruntuhan, tidak ada luka. Atap rumah yang roboh menggunakan bambubdan seng," terang Makwan.
BACA JUGA: Jogja Dilanda Hujan di Tengah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja, Warjono, mengatakan musim kemarau di wilayah DIY saat ini tidak jauh berbeda dengan musim-musim kemarau sebelumnya. Meskipun sudah memasuki puncak musim kemarau tetapi bukan berarti tidak ada hujan pada saat kemarau.
"Namun untuk hari hujan dan intensitasnya berbeda dengan musim penghujan, wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh lautan dan dengan topografi bukit/pengunungan sedikit banyak mempengaruhi atmosfer lokal," katanya saat dihubungi Harian Jogja.
Jojo, demikian pria ini akrab disapa, menjelaskan fenomena-fenomena atmosfer yang lebih luas memengaruhi terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia khususnya DIY. Seperti La-Nina yang menurutnya masih di posisi lemah. Selain itu ad gelombang Rossby dan fenomena lainnya yang memengaruhi cuaca di DIY.
BACA JUGA: 17 Agustus, Masuk ke Wisata Kaliurang dan Kaliadem Gratis!
Beberapa hari ini wilayah DIY diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Jika dilihat dari dinamika atmofer dua hari terakhir, lanjut Jojo, hal itu akibat dari pengaruh konvergensi (daerah pertemuan angin) di perairan selatan Jawa.
"Adanya anomali suhu muka laut yang menghangat, menyebabkan uap air di sekitar pulau Jawa bertambah dan diprakirakan untuk hari ini dan esok masih berpotensi hujan di wilayah DIY terutama DIY bagian utara seperti Kulon Progo bagian utara, Sleman, Kota Jogja dan Gunungkidul bagian utara," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Marco Bezzecchi mengaku belum pulih 100 persen dari cedera jelang MotoGP Inggris 2026 di Silverstone. Rider Aprilia itu memilih memasang target realistis setela
Timnas Indonesia wajib menang lawan Singapura di laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026. Hasil imbang atau kalah akan mengakhiri langkah Garuda.
Mobil PHEV menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi memiliki sejumlah kekurangan mulai dari harga mahal hingga perawatan baterai yang perlu diperhatikan.
Rafaelson memprotes nilai pasar Timnas Vietnam versi Transfermarkt setelah Indonesia tercatat sebagai skuad termahal di Piala AFF 2026.
Indonesia mengirim 11 wakil ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi. Jonatan Christie, Putri KW, dan Fajar/Fikri jadi andalan.