Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-R. Rekotomo\n
Harianjogja.com, Gunungkidul – Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM di Polres Gunungkidul memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan blangko pencetakan SIM.
Kini, sudah ada pengiriman blangko serta ratusan pemohon yang belum mendapatkan SIM baru sudah selesai dicetak. Dengan begitu, warga pemegang Surat Keterangan bisa mengambil SIM asli di tempat pelayanan.
Staf Bagian Urusan SIM, Satpas SIM Polres Gunungkidul, Aiptu Aris Puji Yuana mengatakan, sempat ada masalah terkait dengan ketersediaan blangko SIM.
Akibatnya ada sekitar 800 pemohon yang belum bisa mendapatkan SIM baru, meski sudah mengurus di bagian layanan.
“Sebagai gantinya ada surat keterangan sebagai SIM sementara untuk yang mengurus antara 12-23 Agustus lalu. Tetapi, sekarang kekurangan tersebut sudah dicetak semua,” katanya, Senin (29/8/2022).
Aris mengungkapkan, bagi pemegang surat keterangan bisa mengambil SIM yang baru. pelayanan sudah dibuka sejak Senin pagi.
Adapun pengambilan dilakukan di tempat pendaftaran mulai pukul 08.00-12.00 WIB. “Tinggal ambil dengan membawa SIM sementara untuk ditukarkan dengan yang asli,” katanya.
Menurut dia, untuk ketersediaan blangko tidak ada masalah karena Satpas SIM Polres Gunungkidul mendapatkan kuota sekitar 6.000 keping. “Aman dan tidak ada masalah berkaitan dengan stok blangko,” katanya.
Aris mengingatkan kepada masayarakat bahwa masa berlaku SIM kini tidak lagi mengacu pada tanggal lahir. Sesuai dengan kebijakan yang baru, masa berlaku berakhir pada saat proses permohonan.
Oleh karena itu, dia meminta kepada pemegang SIM untuk sering mengecek karena apabila terlambat memperpanjang, maka harus mengurus pengajuan baru.
“Ya kalau telat tidak lagi perpanjang, tapi harus membuat seperti SIM baru lagi,” katanya.
Salah seorang warga Kepek, Wonosari, Ridho mengatakan, sempat mengantarkan ibunya untuk perpanjangan SIM, namun dikarenakan kehabisan material maka baru mendapatkan surat keterangan sebagai SIM sementara.
Meski dapat berlaku seperti SIM yang asli, ia mengakui SK sangat rawan rusak atau sobek karena hanya dari kertas biasa.
“Kami tunggu informasinya kapan bisa diambil yang asli. Ternyata sekarang sudah bisa diambil. Besok saya akan mengambilkan milik Ibu saya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya, Jepang. Ohmura Hideaki menyerukan persahabatan, solidaritas, dan perdamaian melalui olahraga.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatat satu waktu lap di Q1. Masalah teknis disebut menghambatnya.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Film Memburu Pemangsa menghadirkan kisah empat jurnalis membongkar kasus pembunuhan anak dan pentingnya verifikasi berita.
UGM mengatur waktu dan lokasi olahraga di kawasan kampus. Simak jadwal hari kerja, fasilitas akhir pekan, serta area yang diprioritaskan untuk kegiatan akademik