Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Foto ilustrasi bus Trans Jogja. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA — Pemda DIY akan mengevaluasi terhadap tarif dan biaya operasional Trans Jogja seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian belum ada kepastian rencana kenaikan tarif.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan setelah harga BBM naik yang cukup signifikan, Pemda DIY akan melakukan evaluasi terkait biaya operasional dan tarif Trans Jogja.
Dari hasil evaluasi tersebut akan diketahui terkait dendan kemungkinan ditambah subsidinya atau dibebankan ke masyarakat. Mengingat saat ini Trans Jogja menggunakan sistem buy the service dengan mendapatkan bantuan operasional khusus dari APBD DIY.
“Sampai hari ini [Senin, 5/9/2022] belum [rencana kenaikan tarif Trans Jogja] tetapi mau tidak mau yang namanya Trans Jogja itu pakai biosolar, sementara biosolar naiknya cukup tinggi. Tentu nanti akan dilakukan perhitungan evaluasi, apakah yang ditambah subsidinya ataukah beban masyarakatnya. Kalau sekarang jauh dekat Rp3.000,” katanya, Senin.
BACA JUGA: Inflasi Tinggi Mengancam DIY, Ini Langkah Antisipasi yang Disiapkan Pemda
Dia mengatakan penghitungan dan evaluasi akan dilakukan Dinas Perhubungan DIY selaku kuasa pengguna anggaran dan PT Anindya Mitra International (AMI) selaku BUMD pengelola Trans Jogja.
Selain menambah subsidi, Aji berharap masih ada pilihan lain seperti meminimalisasi jumlah keberangkatan dan pengurangan armada pada rute tertentu. Karena saat ini ada beberapa rute yang sepi penumpang.
“Bisa dikurangi jumlah keberangkatan, dikurangi jumlah armada, karena sekarang kebutuhan terhadap ketersediaan angkutan Trans Jogja juga perlu evaluasi. Karena sekarang banyak kosongnya daripada isinya, sekarang ini untuk bisa dikurangi jumlahnya, durasinya atau dialihkan jalurnya,” ucapnya.
Meski harga BBM naik, kata Aji, tak menghentikan niat Pemda DIY untuk terus berupaya membangun transportasi yang terintegrasi antarmoda. Karena konsep angkutan terintegrasi ini memudahkan masyarakat terutama para pendatang dari luar DIY. Harapannya dengan kemudahan layanan angkutan umum, semakin banyak wisatawan yang datang ke Jogja
“Transportasi terintegrasi dari luar kota, pesawat dan kereta serta di dalam kota baik kendaraan kecil dan bus itu tetap harus dilakukan, selain akan memberikan layanan lebih baik, lebih mudah bagi pendatang itu juga akan merangsang orang datang ke Jogja berwisata. Itu tetap menjadi prioritas untuk angkutan terintegrasi, makanya nanti dimanfaatkan aerotropolis yang ada di Kulonprogo,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat Desember 2026. Pengamat Hardjuno Wiwoho meminta pengawasan ketat agar aturan tak disalahgunakan.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan santri yang diduga keracunan MBG telah ditangani. Pemkab akan mengecek SPPG penyedia makanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di beberapa stasiun.
Jadwal KSPN Jogja 2 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 2 September 2026 tersedia dalam 12 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.