Advertisement

Lestarikan Tradisi, Disbud DIY Gelar Festival Upacara Adat

Media Digital
Senin, 12 September 2022 - 07:47 WIB
Bhekti Suryani
Lestarikan Tradisi, Disbud DIY Gelar Festival Upacara Adat Suasana Festival Upacara Adat di Grha Wana Bakti Yasa, Jogja, Minggu (11/9/2022). - Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Festival Upacara Adat dengan tema Ruwatan Bumi di Grha Wana Bakti Yasa, Jogja, Minggu (11/9/2022). Festival ini menjadi salah satu agenda dalam menyukseskan G20 Culture Ministers Meeting yang digelar di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 12-13 September 2022. 

Kepala Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Dian Laksmi Pratiwi, mengatakan kegiatan ini merupakan upacara ritual manifestasi rasa syukur kepada sang khalik atas segala yang diperoleh dari hasil bumi. Upacara adat merupakan ritual yang dilakukan secara turun-temurun dan berlaku di suatu daerah. Setiap daerah memiliki upacara adat sendiri-sendiri, seperti upacara perkawinan, upacara labuhan, dan sebagainya. 

"Upacara adat yang dilakukan di daerah sebenarnya tidak lepas dari unsur sejarah. Upacara adat atau tradisi budaya menjadi salah satu karya manusia yang harus terus diaktualisasi agar bermanfaat dan harus dilestarikan sebagai sebuah warisan luhur yang menjadi identitas bagi suatu wilayah," kata Dian. 

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menurut Dian, Festival Upacara Adat digelar untuk mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat khususnya generasi muda. Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku upacara adat di DIY. Tak hanya itu, festival itu juga diharapkan bisa memberikan ruang/tempat untuk mereka berekspresi.

BACA JUGA: Rangkaian G20 Kebudayaan: 100 Tokoh Adat Nusantara Bertemu Wagub DIY di Kepatihan

“Harapannya upacara adat dapat meningkatkan daya tarik, dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, serta melestarikan upacara adat di setiap daerah,” ucap dia.

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Y. Eni Lestari Rahayu menyebut, upacara adat sebagai kebudayaan lokal berfungsi menguatkan relasi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Festival Upacara Adat, kata dia, digelar berbagai seni pertunjukan yang tidak mengubah eksistensi dan nilai-nilai esensial yang terkandung pada upacara adat itu sendiri. 

"Kegiatan ini merupakan upacara adat yang dipertunjukkan, bukan sendratari upacara adat. Tujuan festival ini sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai kearifan lokal bagi masyarakat," ujarnya. 

Tercatat ada lima kabupaten/kota se-DIY menampilkan beragam atraksi seni dan budaya yang nantinya akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para akademisi dan juga praktisi seni budaya. Peserta diwajibkan menampilkan upacara adat yang benar-benar telah menjadi ciri khas, orisinal, dan atau potensi unggulan dari wilayah yang bersangkutan. 

Advertisement

Kelima peserta itu, Sleman menampilkan Merti Bumi Cemoroharjo; Kota Jogja menampilkan Ruwatan Bumi Mataram; Kulonprogo menampilkan Luwaran Sendang Kamulyan; Bantul menampilkan Labuhan Bebek Putih; serta Gunungkidul menampilkan Babat Dalan Gebangkoro. Penampilan para peserta setidaknya memuat unsur prosesi, ujub, doa, kembul bujono atau tradisi makan bersama, dan pahargyan atau tasyukuran. Mereka akan dinilai berdasarkan kontekstualitas budaya dan harmoni, kreativitas dan simbol upacara adat.

BACA JUGA: Ratusan Pecinta Derkuku Perebutkan Piala Raja yang Diselenggarakan Dispar DIY

Adapun hasil penjurian Festival Upacara Adat Tahun 2022 adalah untuk penyaji unggulan I dimenangkan oleh kabupaten sleman, penyaji unggulan II kabupaten Kulon Progo, Penyaji Unggulan III Kabupaten Gunungkidul, Penyaji Unggulan Harapan I, Kabupaten Bantul dan Penyaji Unggulan II Kota Yogyakarta. Sementara pemenang perorangan untuk kategori Sutradara terbaik dimenangkan oleh Kabupaten Sleman, penata musik terbaik diraih kabupaten kulon Progo, penata artistik diraih kabupaten Sleman, dan penata tari terbaik juga penata busana terbaik diraih kabupaten Sleman. Sehingga juara umum adalah kabupaten Sleman.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Demi Prabowo, Gerindra Siap Lawan Anies Baswedan di Pilpres 2024

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement